SURABAYA,NOLESKABAR.COM– Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai dua siswa SMPN 33 Gresik terus bergulir. Keluarga korban kini mendatangi DPRD Jawa Timur untuk mengadukan peristiwa tersebut.
Peristiwa itu menimpa dua pelajar berinisial DFH (14) dan ROH (15) saat mengikuti kegiatan di musholla sekolah pada Desember 2025. Keduanya mengalami luka setelah terdengar suara benturan keras.
Pihak sekolah langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan proyektil yang bersarang di tubuh korban.
Proyektil tersebut kemudian dikeluarkan melalui tindakan operasi. Hasil medis menunjukkan benda tersebut diduga merupakan peluru.
Keluarga korban menyebut, pada waktu yang sama terdapat kegiatan latihan tembak di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang.
Merasa belum mendapatkan kejelasan, keluarga kemudian mendatangi DPRD Jawa Timur dan diterima oleh Komisi C.
“Kami datang untuk meminta perhatian dan pengawasan agar kasus ini ditangani secara serius,” kata Dewi Murniati. Selasa, 14/4/2026.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyampaikan kronologi kejadian serta kondisi korban pascakejadian.
Selain itu, keluarga juga meminta adanya jaminan penanganan lanjutan, termasuk pemulihan kesehatan korban.
Di sisi lain, keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polisi Militer Koarmada V Surabaya pada 5 Februari 2026.
Hingga saat ini, keluarga menyatakan masih menunggu kejelasan terkait penanganan laporan serta keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kronologi lengkap kejadian.
Editor: Adi
