KBRI Beijing Dorong Santan Indonesia Tembus 30 Ribu Gerai Luckin Coffee di China

3 Min Read
KBRI Beijing mendorong ekspor santan Indonesia agar mampu menembus lebih dari 30 ribu gerai Luckin Coffee di China, sebagai upaya memperkuat produk lokal di pasar internasional dan membuka peluang besar bagi UMKM nasional.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing turut berperan dalam memperkenalkan santan kelapa asal Indonesia sebagai bahan utama minuman di gerai ke-30.000 Luckin Coffee yang dibuka di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China, pada Minggu (8/2/2026). Kehadiran produk Indonesia ini menjadi simbol semakin kuatnya kerja sama ekonomi kedua negara di sektor pangan dan minuman.

Peresmian gerai tersebut dihadiri langsung oleh Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kebanggaannya karena cita rasa Indonesia kini hadir dalam produk unggulan Luckin Coffee, yaitu “coco latte”, minuman kopi berbasis santan kelapa Indonesia.

“Yang membuat Luckin Coffee istimewa bagi saya adalah cita rasa Indonesia yang hadir dalam setiap seruput coco latte,” ujar Djauhari dalam pernyataan resminya. Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bentuk promosi budaya Indonesia melalui produk keseharian.

Minuman “coco latte” sendiri telah dipasarkan sejak tahun 2021 dan terus mengalami peningkatan permintaan. Pada tahun 2025, penjualannya tercatat menembus lebih dari 1,4 miliar cangkir, menjadikannya salah satu produk terlaris di jaringan Luckin Coffee.

Untuk menjaga pasokan bahan baku, Luckin Coffee sejak Maret 2025 telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sebagai salah satu pemasok kelapa utama. Kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam rantai pasok global perusahaan tersebut.

Selain santan kelapa, Luckin Coffee juga mengimpor biji kopi dari Indonesia, Brasil, Kolombia, dan Ethiopia, serta memanfaatkan kopi lokal China. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok kelapa, tetapi juga sebagai salah satu sumber kopi berkualitas di pasar internasional.

Djauhari menegaskan bahwa pasokan kelapa Indonesia ke China memiliki makna lebih dari sekadar perdagangan. “Melalui secangkir kopi dan santan yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat China,” katanya. Ia menilai kolaborasi ini sebagai simbol pertemuan budaya dua bangsa.

Berdasarkan data Kepabeanan China, ekspor kelapa Indonesia ke China pada 2025 mencapai lebih dari 245 juta dolar AS. Dengan target Luckin Coffee membuka 40.000 gerai pada 2026, peluang produk Indonesia semakin terbuka lebar. Pengamat perdagangan menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis yang perlu terus diperkuat agar Indonesia semakin berdaya saing di pasar global.

Share This Article