BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Kepala Desa Lerpak, Baikuni, menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan bersama di lingkungan desa.
Dalam keterangannya, Baikuni menegaskan bahwa tradisi takbir keliling yang kerap dilakukan dengan kendaraan bermotor dinilai berpotensi menimbulkan risiko, baik dari segi keselamatan maupun gangguan ketertiban umum.
“Saya berharap kepada masyarakat Desa Lerpak untuk tidak melakukan takbir keliling, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil,” ujarnya Kamis, (19/3/2026).
Sebagai alternatif, ia mengajak warga untuk tetap menghidupkan malam takbiran dengan cara yang lebih khidmat dan penuh makna, yakni dengan melaksanakan takbir di tempat ibadah.
Menurutnya, masjid, musala, maupun pesantren merupakan tempat yang lebih tepat untuk mengumandangkan takbir secara bersama-sama dengan suasana yang aman dan tertib.
“Lebih baik kita laksanakan takbir di masjid, musala, atau pesantren masing-masing saja,” tambahnya.
Selain itu, Baikuni juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan petasan atau kembang api secara berlebihan. Ia menilai hal tersebut dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Penggunaan petasan yang tidak terkendali, lanjutnya, sering kali memicu kecelakaan serta mengganggu kenyamanan warga, terutama anak-anak dan lansia.
Dengan adanya imbauan ini, Pemerintah Desa Lerpak berharap masyarakat dapat merayakan malam takbiran dengan penuh kesadaran, menjaga ketertiban, serta mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan keamanan.
Penulis; FN
