JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Korea AeroSpace Administration memperluas kerja sama penelitian dengan NASA dalam eksplorasi ruang angkasa dalam, termasuk pengembangan misi di titik Lagrange 4 (L4).
KASA menyampaikan pertemuan tim bilateral kedua digelar pada 24–27 Maret 2026 di Korea Astronomy and Space Science Institute sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah disepakati sejak 2024.
Pertemuan tersebut melibatkan peneliti dari berbagai institusi, termasuk pusat riset NASA dan sejumlah lembaga penelitian Korea Selatan.
Lembaga yang terlibat antara lain KASI, Electronics and Telecommunications Research Institute, serta Korea Atomic Energy Research Institute.
Dalam forum tersebut, para ilmuwan membahas pengembangan konsep misi L4, komunikasi ruang angkasa dalam, serta penelitian cuaca antariksa dan radiasi.
Titik Lagrange merupakan lokasi di ruang angkasa yang memiliki keseimbangan gravitasi antara Matahari dan Bumi, sehingga memungkinkan wahana tetap berada di posisinya dengan kebutuhan bahan bakar minimal.
Dari lima titik yang ada, L4 dan L5 dinilai sebagai lokasi paling stabil untuk mendukung misi pengamatan jangka panjang.
L4 juga dinilai strategis untuk memantau aktivitas Matahari yang berpotensi memengaruhi satelit, sistem navigasi, dan komunikasi di Bumi.
Selain itu, pengembangan komunikasi optik berbasis laser menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama tersebut.
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kecepatan dan kapasitas transmisi data dibandingkan sistem komunikasi radio konvensional.
KASA menyebut hasil pertemuan ini akan digunakan untuk menyusun rencana jangka menengah dan panjang, termasuk pengembangan observatorium heliosfer di L4.
Wakil Administrator KASA, Noh Kyung-won, mengatakan, Kerja sama Korea Selatan dan Amerika Serikat dalam eksplorasi ruang angkasa dalam terus berkembang dari konsep misi L4 hingga komunikasi optik ruang angkasa. “Kami akan mendukung agar program ini berjalan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Editor: Arini.
