JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Persaingan di Liga Spanyol musim 2025/2026 semakin sengit. Barcelona dan Real Madrid masih menjadi favorit juara, dengan jarak poin yang sangat tipis di puncak klasemen.
Barcelona memimpin klasemen dengan 49 poin dari 20 pertandingan. Tim asuhan Xavi ini meraih 16 kemenangan, 1 seri, dan 3 kali kalah, dengan selisih gol positif 32. Lima pertandingan terakhir Barcelona diwarnai empat kemenangan dan satu kekalahan.
Real Madrid berada tepat di bawah Barcelona dengan 48 poin dari 20 laga. Los Blancos mencatat 15 kemenangan, 3 seri, dan 2 kekalahan, dengan selisih gol 26. Dalam lima pertandingan terakhir, Madrid hanya kalah satu kali dan menang empat kali.
Di posisi ketiga, Villarreal mengumpulkan 41 poin dari 19 pertandingan. Tim ini meraih 13 kemenangan, 2 seri, dan 4 kekalahan, dengan selisih gol 18. Lima laga terakhir Villarreal diwarnai tiga kemenangan dan dua kekalahan.
Atlético Madrid juga mengumpulkan 41 poin, menempati posisi keempat. Tim ini mencatat 12 kemenangan, 5 seri, dan 3 kekalahan, dengan selisih gol 18. Lima pertandingan terakhir Atlético menorehkan tiga kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan.
Espanyol menempati peringkat lima dengan 35 poin, memastikan tempat di babak penyisihan grup Liga Eropa. Tim ini mencatat 10 kemenangan, 5 seri, dan 6 kekalahan, dengan selisih gol 1. Performa lima pertandingan terakhir mereka cukup fluktuatif, dengan dua kemenangan, satu seri, dan dua kekalahan.
Di posisi tengah klasemen, beberapa tim seperti Betis, Celta, dan Osasuna berpotensi mengikuti kualifikasi Liga Konferensi Eropa. Perolehan poin mereka cukup kompetitif, meski tidak masuk zona Liga Champions atau Liga Eropa.
Persaingan menghindari degradasi semakin ketat. Real Oviedo, Levante, dan Alavés menempati posisi terbawah, dengan poin 13 hingga 19. Selisih gol mereka negatif, menandakan performa yang kurang konsisten sepanjang musim.
Tim-tim di zona degradasi harus segera memperbaiki performa untuk bertahan di La Liga. Lima pertandingan terakhir menunjukkan bahwa kemenangan menjadi sangat krusial untuk menghindari turun ke divisi lebih rendah.
Momentum akhir musim akan menentukan nasib tim, baik dalam perebutan gelar juara, tiket kompetisi Eropa, maupun upaya menghindari degradasi. Klasemen kini menggambarkan persaingan yang sangat ketat di setiap lini.
Penulis: Arini
