Langit Ramadan Bergetar, Santri Al Manar Tundukkan Malam dalam Shalat Gerhana

2 Min Read
Langit Ramadan Bergetar, Santri Al Manar Tundukkan Malam dalam Shalat Gerhana (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM- Malam di Aceh sempat berubah dramatis. Sekitar pukul 19.15 WIB, bulan perlahan meredup. Hanya lima menit ya, cuma lima menit warga sempat menyaksikan gerhana sebelum awan tebal dan hujan menelan cahaya yang tersisa. Namun di tengah langit yang tak bersahabat itu, ratusan santri dan santriwati Pesantren Modern Al Manar Cot Irie justru menegaskan sikap: mereka berdiri, rukuk, dan bersujud dalam shalat khusuf.

Di lingkungan pesantren yang menjadi pusat kegiatan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar pengamatan sekaligus pelaksanaan shalat gerhana, Selasa malam, 3 Maret 2026. Sejumlah teleskop astronomi telah dipasang sejak awal. Para santri tak hanya diajak menyaksikan fenomena langit, tetapi juga memahami maknanya.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah edukasi langsung pelajaran nyata tentang bagaimana Islam memandang tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta. Sejak sore, tim sudah bersiap di lapangan. Mereka tahu cuaca bisa berubah. Dan benar saja, hujan turun. Tapi ibadah tak goyah.

Shalat khusuf tetap berlangsung khidmat. Suara doa menggema, mengalahkan gemuruh langit. Gerhana boleh tertutup awan, tapi kesadaran tak boleh ikut redup.

Azhari juga menekankan, momen ini menjadi ruang belajar ilmu falakiyah bagi para santri. Astronomi bukan sekadar hitungan dan teleskop, melainkan jembatan antara sains dan spiritualitas. Di sinilah pesantren membuktikan diri: tradisi dan pengetahuan berjalan beriringan.

Ramadan kali ini tak hanya dihiasi cahaya bulan yang meredup sesaat, tetapi juga keteguhan hati ratusan generasi muda yang memilih sujud ketika langit memberi tanda.

Penulis:NL

Share This Article