Laporta Sindir Madrid, Kasus Negreira Bikin Barcelona Terlihat “Maling Teriak Maling”

2 Min Read
Laporta Sindir Madrid, Kasus Negreira Bikin Barcelona Terlihat “Maling Teriak Maling” (Ilustrasi)

BARCELONA, NOLESKABAR.COM –  Presiden Barcelona Joan Laporta mencoba menyindir Real Madrid usai permintaan klub ibu kota itu untuk mengakses dokumen keuangan Barca ditolak pengadilan. Namun, sindiran tersebut justru membuat posisi Barcelona semakin tersudut di tengah kasus suap wasit Negreira yang belum tuntas.

Kasus pembayaran 7,5 juta euro kepada eks wakil Ketua Komite Wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira, masih menjadi bayang-bayang gelap bagi Blaugrana. Meski pihak klub membantah adanya praktik suap, publik terus mempertanyakan transparansi manajemen Barcelona selama periode 2001–2018.

Ketika Real Madrid meminta akses audit dan laporan forensik keuangan periode 2003–2021, Barcelona menolaknya. Pengadilan pun berpihak pada Barca. Namun, penolakan tersebut justru memicu spekulasi baru soal apa yang sebenarnya ingin disembunyikan.

Laporta menyebut langkah Real Madrid sebagai upaya tidak pantas untuk mengintip rahasia klub. Akan tetapi, pernyataan itu dinilai sebagian pihak sebagai bentuk pembelaan diri di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi Barcelona.

Alih-alih meredam isu, sindiran Laporta malah mengingatkan publik pada inti persoalan: dugaan hubungan finansial jangka panjang antara Barca dan Negreira yang hingga kini belum terjelaskan sepenuhnya.

Pengamat sepak bola Spanyol menilai bahwa fokus Barcelona seharusnya berada pada pembuktian hukum, bukan perang opini dengan rival. Sebab, setiap pernyataan emosional justru berpotensi memperburuk citra klub.

Di tengah situasi ini, Barcelona berada dalam posisi sulit. Upaya membalikkan narasi ke Real Madrid belum berhasil mengalihkan perhatian dari kasus utama. Sindiran yang dilontarkan pun terkesan kembali mengenai diri sendiri.

Kini, Blaugrana dituntut untuk membuka fakta secara transparan dan meyakinkan publik bahwa klub tidak pernah memanfaatkan pengaruh terhadap perangkat pertandingan.

Share This Article