Listrik Gratis Menyentuh Jatim, Siapa Saja yang Beruntung Tahun Ini?

3 Min Read
oplus_0

SURABAYA, NOLESKABAR.COM – Ribuan rumah tangga miskin di Jawa Timur akhirnya tersenyum. Tahun 2026 ini, 3.400 RTM (Rumah Tangga Miskin) mendapat sambungan listrik gratis, menyentuh wilayah dari Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, hingga Probolinggo.

Program ini menjadi langkah terakhir Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menutup sisa wilayah yang belum berlistrik, sekaligus mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen. Saat ini, rasio elektrifikasi Jatim sudah mencapai 99 persen, tapi masih ada rumah yang belum tersentuh PLN.

Sebaran penerima listrik gratis cukup merata: Pacitan 400 RTM, Ponorogo 300, Trenggalek 300, Tulungagung 100, Blitar 178, Kediri 200, Malang 100, Banyuwangi 300, Bondowoso 100, Situbondo 100, dan Probolinggo 20 RTM. Warga di daerah ini kini bisa menikmati listrik tanpa biaya pemasangan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan program ini langsung menyasar kebutuhan rumah tangga miskin, memastikan mereka merasakan manfaat nyata. “Langkah ini memastikan warga di seluruh penjuru Jatim, dari barat hingga timur, tidak tertinggal dalam akses listrik,” ujarnya.

Program ini dibiayai dari APBD 2026 sebesar Rp7,89 miliar, termasuk biaya Bantuan Instalasi dan Sambungan Rumah (IRSR) yang dikerjakan PT PLN (Persero), serta pemberian token listrik Rp300 ribu untuk pemakaian awal. Token ini memungkinkan masyarakat langsung menikmati listrik begitu sambungan terpasang.

Calon penerima dipilih berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–4, berada di wilayah yang telah terjangkau PLN tetapi belum tersambung. Data diajukan oleh perangkat daerah melalui sistem SIPD dan diverifikasi secara menyeluruh.

Selain pemasangan sambungan, Pemprov Jatim menjamin masa pemeliharaan satu tahun, memastikan listrik tetap menyala dan manfaatnya terasa langsung.

Program ini juga dilengkapi monitoring dan evaluasi agar dampaknya nyata bagi warga, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.

Gubernur Khofifah menekankan, langkah ini bukan sekadar angka rasio elektrifikasi, melainkan upaya nyata memberikan akses energi dasar untuk rumah tangga miskin di Jawa Timur.

Dengan intervensi ini, warga di kabupaten seperti Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo yang sebelumnya belum berlistrik kini bisa menikmati penerangan rumah, mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Program listrik gratis ini langsung menyentuh masyarakat, dari Pacitan sampai Probolinggo, agar setiap rumah tangga miskin benar-benar merasakan manfaatnya,” tegas Gubernur Khofifah.

Pemprov berharap langkah ini menjadi contoh intervensi efektif, langsung menyasar warga yang membutuhkan, sekaligus memastikan Jatim segera mencapai rasio elektrifikasi 100 persen.

Share This Article