BANDUNG, NOLESKABAR.COM– Malapetaka menimpa Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jumat (23/1/2026) malam. Hujan deras mengguyur kawasan ini, memicu longsor hebat yang menelan 30 rumah dan membuat 82 warga masih hilang hingga kini.
Bencana ini terjadi di dua titik kritis, Pasirkuning RT 05/11 dan Pasirkuda RT 01/10, menurut data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sabtu (24/1/2026). Total 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak, delapan orang tewas, 23 berhasil diselamatkan, dan sisanya masih terjebak dalam reruntuhan tanah longsor.
BPBD Kabupaten Bandung Barat, dibantu BPBD Jawa Barat, TNI–Polri, serta relawan, bekerja keras mengevakuasi korban. Tim SAR terus berjuang di medan sulit dengan risiko longsor susulan, karena hujan masih mengguyur wilayah Cisarua.
Kemenko PMK menekankan operasi pencarian korban sebagai prioritas utama. Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terlatih dikerahkan penuh, sementara layanan medis, dapur umum, air bersih, dan shelter darurat bagi warga terdampak diperkuat, khususnya untuk kelompok rentan.
“Situasi sangat berbahaya. Kami imbau warga menjauhi zona rawan longsor. Koordinasi terus dilakukan dengan BMKG dan PVMBG untuk memantau cuaca dan aktivitas tanah,” ungkap pihak Kemenko PMK.
Pemerintah daerah juga diminta melakukan pendataan cepat dan akurat, dengan laporan perkembangan setiap 6–12 jam. Semua sumber daya, logistik, dan personel dikerahkan untuk mengevakuasi korban secepat mungkin.
Longsor Cisarua ini menjadi peringatan serius bagi warga Bandung Barat. Bencana yang datang begitu cepat menelan korban dan rumah, menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan alam saat musim hujan ekstrem.
Editor: Sukri
