JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Pemerintah menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026. Meski demikian, skema pembagian dan jenis menu akan disesuaikan dengan kondisi puasa para penerima manfaat, terutama anak sekolah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan hingga akhir Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia telah mencapai 22.091 unit. Program ini kini menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
“Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta. Jadi target 60 juta sudah tembus,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2026).
Zulhas menjelaskan, cakupan penerima MBG di kalangan anak sekolah tergolong tinggi. Di sekolah-sekolah yang telah memiliki SPPG, tingkat penerima manfaat rata-rata mencapai 90 hingga 95 persen, bahkan mendekati 100 persen di sejumlah wilayah.
Namun, capaian berbeda terlihat di pesantren. Data sementara menunjukkan penerima MBG di lingkungan pesantren masih relatif rendah, sekitar 20 persen. Pemerintah berencana menyinkronkan data lintas kementerian untuk mempercepat pemerataan program ini.
Khusus selama Ramadan, Zulhas memastikan MBG tetap disalurkan dengan penyesuaian menu. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan, bagi anak sekolah yang berpuasa, makanan akan dibagikan saat pulang sekolah untuk dikonsumsi saat berbuka.
Menu Ramadan yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus atau pindang, buah, susu, hingga abon. Sementara itu, layanan MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan normal, sedangkan di pesantren makanan akan dibagikan pada sore hari dengan menu lengkap seperti biasa.
