Mega Proyek RDMP Diresmikan, Lifting Minyak Nasional Capai 600 Ribu Barrel per Hari

2 Min Read
Mega Proyek RDMP Diresmikan, Lifting Minyak Nasional Capai 600 Ribu Barrel per Hari (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Presiden Prabowo Subianto meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimatan Selatan, Senin (12/1/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadia, menyampaikan bahwa peresmian ini menandai capaian penting bagi sektor energi nasional, yaitu lifting minyak mencapai 600,5 ribu barrel per hari, melampaui target yang tercantum dalam APBN.

“Sejak 10 tahun terakhir, lifting minyak nasional tidak pernah mencapai target. Hari ini, lifting kita tercatat sebesar 600,5 ribu barrel per hari, meningkat dibanding 580 ribu barrel per hari pada 2024,” kata Bahlil saat memberikan sambutan di hadapan Presiden dan pejabat terkait.

Menteri ESDM menjelaskan, capaian ini diperoleh melalui berbagai upaya, antara lain aktivasi sumur tua dengan teknologi baru, percepatan tender lapangan baru, dan implementasi mandatori B40.

“Dengan langkah-langkah ini, produksi minyak meningkat 25,3 ribu barrel per hari, dan diharapkan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Proyek RDMP, yang menelan biaya sekitar USD 7,4 miliar atau Rp123 triliun, juga memberikan dampak ekonomi signifikan. Dengan tambahan produksi minyak 100 ribu barrel per hari, Indonesia diperkirakan bisa menghemat devisa sekitar Rp60 triliun, serta mengurangi ketergantungan impor bensin dan solar.

Bahlil menyatakan, RDMP juga menjadi bagian dari upaya menuju energi berkelanjutan. Proyek ini menargetkan produk setara Euro 5 dan mendukung pencapaian net zero emission. Ia menekankan, pembangunan kilang ini bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

“Proyek ini merupakan implementasi pasal 33 konstitusi, di mana cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat banyak orang harus dikuasai negara. RDMP akan memastikan ketersediaan energi yang cukup bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” jelas Bahlil.

Penulis: Sultoni

Share This Article