Menkomdigi Ajak Orang Tua Kurangi Gadget Anak Saat Libur Lebaran

2 Min Read
Menkomdigi Meutya Hafid mengajak para orang tua untuk mengurangi penggunaan gadget pada anak selama libur Lebaran agar mereka bisa lebih banyak berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak para orang tua memanfaatkan momen mudik dan libur Lebaran untuk mempererat hubungan dengan anak dengan cara mengurangi penggunaan gadget.

Menurut Meutya, masa libur Lebaran merupakan waktu yang tepat bagi keluarga untuk kembali memperkuat komunikasi secara langsung di tengah tingginya penggunaan teknologi digital oleh anak-anak.

Ia menilai kebersamaan keluarga selama liburan dapat menjadi ruang yang efektif untuk membangun interaksi yang lebih hangat antara orang tua dan anak.

“Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadgetnya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi,” kata Meutya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Meutya menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan anak di ruang digital melalui kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah.

Pemerintah saat ini tengah menuju implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Sistem Elektronik (PP Tunas) yang dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 28 Maret 2026.

Melalui aturan tersebut, pemerintah mendorong terciptanya ruang digital yang lebih aman bagi anak serta mengurangi potensi dampak negatif dari penggunaan media sosial.

Meutya mengatakan, kebijakan tersebut juga akan berdampak pada pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 16 tahun.

“Untuk anak-anak di bawah 16 tahun, kita juga sedang menuju implementasi kebijakan yang akan efektif pada 28 Maret nanti. Sejak sekarang mungkin bisa mulai berlatih perlahan-lahan keluar dari media sosial dengan bimbingan orang tua,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perubahan pola penggunaan teknologi digital tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesiapan dari keluarga, terutama peran orang tua dalam memberikan literasi digital kepada anak.

“Peran orang tua sangat penting untuk meliterasi anak agar memahami penggunaan teknologi secara bertanggung jawab,” kata Meutya.

Karena itu, ia berharap momentum mudik dan libur Lebaran dapat dimanfaatkan keluarga untuk memperbanyak aktivitas bersama, sehingga anak-anak dapat lebih banyak berinteraksi langsung dengan keluarga tanpa ketergantungan pada perangkat digital.

Share This Article