Merasa Dianaktirikan, Pemuda di Jakut Racuni Ibu dan Dua Saudara hingga Tewas

2 Min Read
Tragedi memilukan di Jakarta Utara. Seorang pemuda diduga meracuni ibu dan dua saudaranya hingga tewas karena merasa dianaktirikan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi, kepedulian, dan kesehatan mental dalam keluarga. Polisi masih melakukan pendalaman.(foto/detik)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Polisi akhirnya mengungkap motif di balik tragedi tewasnya satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. AS alias S (22) terbukti meracuni ibu serta dua saudara kandungnya hingga meninggal dunia. Aksi keji itu dilatarbelakangi dendam pelaku yang merasa diperlakukan tidak adil dalam keluarganya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno mengatakan, pelaku kerap merasa dibedakan dan sering dimarahi oleh sang ibu. Perasaan tertekan itu kemudian berubah menjadi amarah yang memuncak hingga berujung pada tindakan nekat. “Motifnya adalah dendam karena merasa diperlakukan berbeda,” ujar Onkoseno, dikutip daei detik. Jumat (6/2/2026).

Dalam peristiwa tersebut, tiga korban meninggal dunia, yakni sang ibu berinisial SS (50), anak sulung AAL (27), serta anak bungsu AAB (13). SS diketahui membesarkan keempat anaknya seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Ketiga korban ditemukan tak bernyawa di dalam rumah kontrakan mereka pada Jumat (2/1) pagi. Penemuan itu pertama kali dilakukan oleh anak kedua, Dafi, yang baru pulang dari tempat kerjanya. Ia terkejut saat mendapati ibu dan dua saudaranya sudah tergeletak tanpa tanda kehidupan.

Sementara itu, AS ditemukan dalam kondisi sekarat di lokasi kejadian dan langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan melibatkan pemeriksaan forensik, toksikologi, serta keterangan para saksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang terkumpul, polisi menetapkan AS sebagai tersangka. Ia dinyatakan dengan sengaja meracuni ketiga korban hingga menyebabkan kematian. Kasus ini kini terus diproses sesuai hukum yang berlaku, sementara publik masih dikejutkan oleh tragedi yang terjadi di lingkungan keluarga sendiri.

Share This Article