Pemprov DKI dan BGN Bersinergi Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

2 Min Read
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menandatangani nota kesepakatan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia sejak dini.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo resmi menandatangani nota kesepakatan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat sinergi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jakarta. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam membangun generasi yang sehat dan cerdas. Ia menilai pemenuhan gizi yang baik sejak dini merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Jakarta mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Ini bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujar Pramono di Jakarta, Senin. (9/2/2026)

Ia pun menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan BGN. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Pramono menjelaskan bahwa nota kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita. Program MBG menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan visi pembangunan nasional di daerah.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memastikan program MBG berjalan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga akan melakukan pengawasan secara berkala agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Pramono mengaku puas dengan perkembangan positif Jakarta berdasarkan laporan Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana. Ia menilai program MBG telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta berada di atas rata-rata nasional, dan ini patut kita syukuri bersama. Yang paling membahagiakan bagi saya adalah indikator yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi masyarakat,” kata Pramono, seraya merujuk data BPS yang mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dari nasional 5,11 persen.

Share This Article