Perdana sebagai Presiden, Prabowo Subianto Akhirnya Tiba di IKN Nusantara

2 Min Read
Perdana sebagai Presiden, Prabowo Subianto Akhirnya Tiba di IKN Nusantara (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sejak resmi dilantik pada 20 Oktober 2024. Kunjungan bersejarah ini berlangsung pada Senin (12/1/2026), menandai babak baru kepemimpinan nasional di pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

Pantauan dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden menunjukkan helikopter kepresidenan berwarna putih yang membawa Prabowo mendarat di kawasan Istana Negara IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sekitar pukul 17.40 WIB. Setibanya di lokasi, Prabowo langsung disambut Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono.

Kunjungan ini dilakukan Prabowo setelah menjalani rangkaian agenda padat di Kalimantan. Sebelumnya, Presiden meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dari Banjarbaru, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Balikpapan untuk meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, proyek strategis nasional di sektor energi.

Usai agenda di Balikpapan, Prabowo langsung bertolak ke IKN Nusantara, menegaskan komitmennya terhadap pembangunan ibu kota baru yang digadang-gadang menjadi simbol pemerataan pembangunan dan transformasi tata kelola pemerintahan Indonesia.

Kunjungan perdana ini memiliki makna strategis, mengingat selama masa transisi pemerintahan, perhatian publik tertuju pada sejauh mana arah kebijakan Prabowo terhadap kelanjutan pembangunan IKN. Kehadiran langsung Presiden di kawasan inti IKN dinilai menjadi sinyal kuat bahwa proyek ibu kota baru tetap menjadi prioritas nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait agenda lanjutan Prabowo selama berada di IKN. Namun, kunjungan ini dipandang sebagai langkah awal Presiden untuk memastikan kesiapan infrastruktur, tata kelola, serta arah pembangunan Nusantara ke depan.

Share This Article