JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Dunia bisnis global mulai menyorot perusahaan yang konsisten peduli iklim. Deretan emiten dengan skor CDP A selama tiga tahun terakhir (2019–2021) kini menjadi sorotan investor, dianggap lebih stabil dan berkelanjutan.
Perusahaan Jepang seperti K Line naik tipis 0,56 persen ke ¥2.342, Aeon menguat 3,60 persen ke ¥2.300, sementara Asahi Breweries bertahan di ¥1.673 naik 0,62 persen. Skor hijau mereka menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Tak hanya Jepang, perusahaan global ikut diperhitungkan. AstraZeneca naik 0,69 persen, Atos stabil di €46,62, dan Bayer bertambah 0,93 persen. Investor mulai menilai faktor ESG sebagai katalis pertumbuhan jangka panjang.
Sektor teknologi dan energi pun menarik perhatian. Microsoft naik 2,15 persen ke $404, NEC melonjak 6,87 persen, sementara Schneider Electric naik 2,05 persen. Perusahaan ini bukan sekadar bertahan, tapi juga memimpin tren industri berkelanjutan.
Sementara itu, sektor consumer goods dan pangan juga menunjukkan geliat positif. Coca-Cola Europacific Partners naik 1,54 persen, Danone 0,93 persen, dan Unilever 1,62 persen. Konsumen kini menuntut perusahaan bertanggung jawab pada lingkungan, investor merespons cepat.
Perusahaan Eropa seperti Enel naik 4,33 persen, Orsted 3,95 persen, Royal BAM Group 0,64 persen. Lonjakan ini menunjukkan ESG bukan tren sementara, tapi faktor nyata dalam pengambilan keputusan pasar modal.
Data terbaru memperlihatkan, perusahaan dengan skor CDP A cenderung lebih tahan guncangan pasar, memiliki reputasi baik, dan peluang investor meningkat. Ini membuka babak baru: perusahaan yang peduli iklim kini bukan sekadar pilihan etis, tapi peluang cuan.
Bursa global mulai bergeser, investor serius memperhitungkan keberlanjutan. Skor CDP A bukan angka kosong – ini sinyal bahwa pelestarian iklim bisa menjadi mesin keuntungan di era modern.
