Prabowo: Anak Petani Bisa Jadi Menteri, Harga Pangan Bisa Turun

2 Min Read
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Panen Raya Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), menegaskan keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan sekaligus menjawab keraguan dan nyinyiran yang selama ini meragukan kemampuan bangsa.

JAKARTA,NOLESBERITA.COM- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menurunkan harga kebutuhan pokok dan membuka peluang bagi anak-anak petani dalam acara Swasembada Pangan, Rabu (8/1/2026 kemarin.

“Saya ingin harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun. Semua harus terjangkau rakyat,” ujarnya di hadapan peserta acara, menekankan pentingnya kesejahteraan petani bagi stabilitas nasional.

Menurut Prabowo, pembangunan pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal masa depan generasi penerus petani. Ia ingin anak-anak petani memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi dokter, insinyur, bahkan pemimpin negara.

Ia mencontohkan Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Pertanian saat ini sebagai bukti bahwa anak petani bisa memimpin kementerian penting. “Kalau dia tuh petani asli, kulitnya hitam, beneran ngerti sawah, bukan sekadar teori,” ujarnya, menyindir stereotip dan mempertegas pentingnya figur yang dekat dengan rakyat.

Prabowo menambahkan, figur yang memahami realitas lapangan akan lebih efektif mengurus pertanian daripada mereka yang hanya tahu teori.

“Yang kulit putih itu biasanya bintang film atau penyanyi band,” candanya, menimbulkan senyum hadirin.

Ia menekankan bahwa kesuksesan sektor pangan akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat: harga terjangkau, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan rakyat meningkat.

Acara Swasembada Pangan dihadiri jajaran kementerian, kepala daerah, dan perwakilan petani dari berbagai provinsi. Prabowo berharap langkah ini menjadi fondasi kemandirian pangan Indonesia.

Dengan langkah-langkah konkret dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, Prabowo optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan berkelanjutan sekaligus mencetak generasi petani yang unggul dan mandiri.

Penukis: Sukri

Share This Article