Prabowo Paparkan Strategi Pendidikan di London

3 Min Read
Prabowo Subianto memaparkan strategi pendidikan Indonesia dalam forum di London, menegaskan komitmen penguatan kualitas SDM dan kerja sama internasional demi masa depan bangsa.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Presiden Prabowo Subianto membeberkan arah besar kebijakan pendidikan nasional yang tengah dijalankan pemerintah Indonesia, dengan menempatkan pembangunan sekolah berasrama sebagai salah satu instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menjadi pembicara dalam UK–Indonesia Education Roundtable bersama para pimpinan dan perwakilan universitas terkemuka Inggris di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

“Saya percaya ini adalah satu-satunya cara paling efektif untuk memutus apa yang oleh para ahli disebut sebagai lingkaran kemiskinan,” ujar Prabowo, dikutip Rabu (21/1/2026).

Presiden mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut dirancang agar peserta didik tidak hanya memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga memaparkan rencana pengembangan sekolah berasrama bagi siswa berprestasi terbaik secara akademik, serta sekolah terpadu bagi kelompok menengah.

“Mereka mungkin bukan yang terbaik secara akademik, tetapi juga tidak berasal dari keluarga yang sangat miskin. Untuk kelompok inilah sekolah terpadu kami siapkan,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga mempercepat penerapan pengajaran digital jarak jauh di seluruh Indonesia. Menurut Prabowo, teknologi pendidikan menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan mutu pendidikan nasional, terutama di daerah terpencil.

“Sekolah-sekolah di pelosok akan memiliki akses langsung ke guru-guru terbaik di semua mata pelajaran. Inilah cara kita melakukan lompatan besar, karena kita memang tertinggal dalam standar pendidikan dan kami mengakui itu,” ungkapnya.

Prabowo menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama keberhasilan sebuah bangsa. Abad ke-21, lanjutnya, adalah era ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut kualitas sumber daya manusia unggul.

“Saya yakin pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Untuk menjadi negara yang maju, kita harus menyediakan pendidikan terbaik yang bisa dijangkau rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, Presiden menilai pendidikan dan layanan kesehatan adalah dua instrumen paling cepat untuk menciptakan keadilan sosial dan mengentaskan kemiskinan.

“Untuk membangun masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan kesehatan. Keduanya saling terkait, dan untuk mewujudkannya kita membutuhkan sumber daya manusia terbaik,” pungkas Prabowo.

Share This Article