NOLESKABAR. Com Jakarta – Prediksi sudah keluar. Simulasi sudah dijalankan. Dan hasilnya tegas: Real Madrid disebut punya peluang menang 46,8 persen saat menantang Benfica di play-off 16 besar Liga Champions UEFA.
Namun sepak bola tidak pernah tunduk sepenuhnya pada kalkulasi.Leg pertama akan digelar di Estadio do SL Benfica, Rabu (18/2/2026) pukul 03.00 WIB. Stadion itu bukan tempat yang ramah bagi tim tamu, termasuk Madrid yang dalam beberapa pertemuan terakhir justru lebih sering tersungkur.
Rekam Jejak yang Tak Bisa DiabaikanDalam empat duel terakhir kontra Benfica, Madrid hanya sekali menang. Sisanya Tiga kekalahan.Pertemuan terbaru bahkan berakhir pahit. Madrid kebobolan empat gol dalam satu malam. Dua gol dari Kylian Mbappé tak cukup menutup rapuhnya pertahanan.
Jadi ketika superkomputer tetap menempatkan Madrid sebagai favorit, publik wajar bertanya: apakah reputasi lebih berat dari fakta?Tekanan di Bangku PelatihDi bawah arahan Álvaro Arbeloa, Madrid sedang berada di fase pembuktian. Liga Champions bukan sekadar kompetisi, melainkan ukuran legitimasi.
Gelandang Eduardo Camavinga menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena hasil buruk sebelumnya. Pernyataan itu terdengar percaya diri—atau bisa juga dibaca sebagai bentuk keras kepala.Angka Bukan SegalanyaPrediksi memberi Benfica peluang menang 28,6 persen, dengan kemungkinan imbang 24,6 persen.
Di atas kertas, Madrid unggul.Namun di lapangan, intensitas, tekanan suporter, dan momentum sering meruntuhkan logika statistik.Jika Madrid menang, Opta akan dianggap jenius. Jika kalah, angka 46,8 persen itu akan jadi bahan ejekan.Benfica tak butuh validasi mesin. Mereka hanya perlu satu malam efektif untuk membungkam status “underdog”.
Pertandingan ini bukan sekadar soal siapa favorit. Ini soal siapa yang benar-benar siap menanggung tekanan ketika sorotan Eropa tertuju ke Lisbon.
Penulis : K_A
