Program Makan Bergizi Gratis Dilirik Dunia, Prabowo: White House Ikut Mempelajari

3 Min Read
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia kini jadi sorotan dunia. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pakar dari Gedung Putih Amerika Serikat tengah mempelajari keberhasilan MBG yang telah menjangkau 60 juta penerima. Capaian ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan program sosial berskala besar demi masa depan generasi bangsa.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa para pakar dari Gedung Putih (White House), Amerika Serikat, saat ini tengah mempelajari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

Menurut Prabowo, perhatian dari para ahli asing tersebut menunjukkan bahwa program MBG Indonesia dinilai serius dan berdampak besar. Ia menyebut, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pakar internasional datang untuk mempelajari sistem distribusi makanan bergizi yang mampu menjangkau puluhan juta masyarakat.

“Saya baru diberitahu, para ahli dari White House sedang mempelajari program MBG kita,” ujar Prabowo di hadapan para peserta Rakornas. Ia menegaskan bahwa capaian Indonesia dalam mendistribusikan bantuan pangan skala besar menjadi perhatian dunia internasional.

Selain dari Amerika Serikat, Prabowo juga menyampaikan bahwa Rockefeller Institute turut mengamati program MBG. Lembaga tersebut bahkan menyebut program makan bergizi sebagai salah satu bentuk investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah negara demi masa depan generasi mudanya.

Dalam pertemuannya dengan perwakilan Rockefeller Institute beberapa bulan lalu, Prabowo mengungkapkan bahwa setiap dana yang dikeluarkan untuk MBG berpotensi memberikan dampak berlipat. “Satu rupiah yang kita keluarkan bisa menghasilkan lima kali manfaat, bahkan dalam jangka panjang bisa mencapai 35 kali lipat,” jelasnya.

Prabowo juga memaparkan bahwa saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Capaian tersebut, menurutnya, sempat diragukan oleh banyak pihak yang menilai Indonesia tidak mampu menjalankan program sebesar itu dalam waktu singkat.

Tak hanya itu, pemerintah juga sempat diprediksi akan menghadapi risiko keracunan massal akibat distribusi makanan dalam jumlah besar. Namun, Prabowo menilai kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Ia membandingkan bahwa bahkan restoran mahal pun masih berpotensi menyebabkan keracunan.

“Kalau dihitung, jumlah kasus keracunan dibandingkan miliaran porsi makanan yang dibagikan sangat kecil. Artinya, lebih dari 99 persen program ini berhasil,” tegas Prabowo. Ia pun meminta masyarakat untuk menilai program MBG secara objektif berdasarkan data.

Pengamat kebijakan publik, Ahmad Fauzi, menilai keberhasilan MBG menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengelola program sosial berskala nasional dengan baik. “Perhatian dunia terhadap MBG menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi objek studi, tetapi juga contoh bagi negara lain. Pemerintah perlu menjaga transparansi dan kualitas agar kepercayaan ini terus meningkat,” pungkasnya.

Penulis; oj

Share This Article