JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Tekanan ekonomi akibat perang berkepanjangan memaksa Vladimir Putin mengambil langkah tak biasa. Presiden Rusia itu dilaporkan meminta kalangan elite superkaya atau oligarki untuk ikut menopang keuangan negara di tengah lonjakan biaya perang melawan Ukraina, sebagaimana dilaporkan media Rusia, The Bell.
Permintaan tersebut disebut muncul dalam pertemuan tertutup di Kremlin yang mempertemukan Putin dengan sejumlah pengusaha papan atas Rusia. Agenda utamanya adalah mencari tambahan dana demi menjaga stabilitas anggaran sekaligus memastikan operasi militer tetap berjalan, menurut laporan Sky News.
Perang yang dimulai sejak invasi besar-besaran pada 2022 kini memasuki tahun keempat. Dampaknya semakin terasa, terutama pada sektor fiskal Rusia yang terus tertekan oleh tingginya belanja militer.
Sepanjang 2025, pengeluaran pertahanan Rusia melonjak hingga 15,5 triliun rubel. Angka ini mencerminkan besarnya beban negara dalam membiayai konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sebagaimana dilaporkan Financial Times.
Di sisi lain, pemasukan negara justru mengalami tekanan. Pendapatan dari sektor energi dilaporkan menurun, sementara perlambatan ekonomi ikut menggerus penerimaan pajak. Kondisi ini membuat ruang fiskal Rusia semakin sempit.
Pemerintah bahkan mempertimbangkan pemangkasan hingga 10 persen pada belanja non-prioritas dalam anggaran 2026, seiring tekanan fiskal yang meningkat, menurut laporan The Bell.
Dalam situasi tersebut, kontribusi dari para oligarki dinilai menjadi opsi cepat untuk menutup kekurangan anggaran. Sejumlah nama besar pun disebut merespons.
Miliarder Suleiman Kerimov dikabarkan siap menyumbang hingga 100 miliar rubel. Sementara taipan industri logam Oleg Deripaska juga disebut bersedia memberikan kontribusi setelah adanya permintaan dalam forum tersebut, sebagaimana dilaporkan Financial Times.
Meski demikian, pihak Kremlin membantah bahwa langkah itu merupakan inisiatif langsung dari Putin. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa sumbangan tersebut merupakan keputusan pribadi para pengusaha, seperti dikutip Sky News.
Di tengah polemik pendanaan, Putin tetap menegaskan bahwa Rusia akan melanjutkan operasi militer hingga seluruh wilayah Donbass di Ukraina timur berada di bawah kendali.
Pernyataan ini menandakan konflik masih jauh dari kata usai. Di satu sisi, Rusia berupaya mempertahankan ambisi geopolitiknya, namun di sisi lain tekanan ekonomi yang terus membesar mulai memaksa negara itu bergantung pada dukungan finansial kalangan elite.
Editor: Arini
