Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran dan Cukur Gundul Usai Bupati Sudewo Jadi Tersangka KPK

3 Min Read
Ribuan warga berkumpul di ruang publik sambil menggelar syukuran dan aksi cukur gundul sebagai bentuk ekspresi setelah Bupati Pati ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat dan terekam dalam suasana ramai penuh warga. (Foto/detik.com)

PATI, NOLESKABAR.COM – Alun-alun Kabupaten Pati berubah menjadi lautan manusia pada Jumat (23/1/2026) sore. Sekitar seribuan warga dari berbagai penjuru desa berkumpul, menggelar doa bersama, potong tumpeng, hingga aksi cukur gundul sebagai wujud syukur atas penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, warga berdatangan sambil membawa nasi berkat, pengeras suara, dan spanduk. Kegiatan ini diinisiasi oleh dua kelompok masyarakat, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Gabungan Aktivis Pati (GAP), yang sejak lama dikenal vokal mengkritik kepemimpinan Sudewo.

Acara dipusatkan di depan Kantor Bupati Pati. Doa bersama dipimpin tokoh masyarakat setempat, dilanjutkan dengan pembagian nasi berkat. Sejumlah warga kemudian maju satu per satu untuk mencukur habis rambut mereka aksi yang disebut sebagai bentuk nazar sekaligus simbol kelegaan.

Perwakilan AMPB, Huseini, menyebut kegiatan tersebut sebagai “syukuran rakyat” setelah praktik dugaan pungutan liar dan jual beli jabatan yang disebut telah lama meresahkan akhirnya diproses hukum.

“Ini ungkapan rasa syukur masyarakat Pati. Kasus pungli dan jual beli jabatan akhirnya diselesaikan KPK. Ada potong tumpeng, doa bersama, dan teman-teman yang bernazar juga mencukur gundul,” ujar Huseini di lokasi.

Menurutnya, aksi cukur gundul mencerminkan perasaan lega setelah perjuangan panjang menghadapi tekanan dan intimidasi. Ia mengklaim warga dan aktivis selama berbulan-bulan menghadapi situasi yang tidak mudah.

“Kami merasa ringan. Berbulan-bulan berjuang itu berat sekali. Semua lini digerakkan oleh kekuasaan, sementara kami rakyat kecil dari kampung-kampung. Bahkan ada intimidasi yang kami alami,” ungkapnya.

Huseini berharap penangkapan Sudewo menjadi titik balik bagi Kabupaten Pati. Ia meminta agar ke depan daerah tersebut dipimpin oleh sosok yang jujur, tidak arogan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Pati harus dipimpin oleh orang yang benar, peduli rakyat, tidak ngawur, dan tidak sombong,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Huseini juga menyuarakan harapan agar dua pentolan AMPB, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, yang tengah menjalani proses hukum terkait perkara pemblokiran jalan, bisa segera dibebaskan.

“Kami menghormati proses hukum, tapi berharap bisa dipercepat. Kami yakin mereka tidak bersalah,” katanya.

Sebagai informasi, KPK sebelumnya menangkap Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan perangkat desa dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan tiga kepala desa sebagai tersangka serta menyita uang tunai sekitar Rp 2,6 miliar.

Syukuran rakyat di Alun-alun Pati pun berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Namun bagi banyak warga, momen itu bukan sekadar perayaan melainkan simbol harapan baru bagi tata kelola pemerintahan di Bumi Mina Tani.

Share This Article