JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Peta pergerakan saham berubah drastis. Bukan saham raksasa yang menjadi pusat perhatian, melainkan deretan emiten lapis dua dan tiga yang justru tampil agresif. Lonjakan tajam terlihat pada PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang melesat 34,71 persen ke level Rp163 per saham, menjadikannya salah satu bintang utama di papan perdagangan.
Kenaikan ZATA mencolok di tengah dinamika pasar yang bergerak cepat. Lonjakan hampir 35 persen menunjukkan dorongan beli yang masif, memicu spekulasi dan perburuan momentum oleh pelaku pasar.
Di sisi lain, saham GoTo Group (GOTO) justru tertahan di Rp61. Tak bergerak, namun tetap masuk jajaran saham paling aktif karena volume transaksi yang besar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa minat terhadap saham teknologi tersebut masih tinggi, meski harga belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Sektor energi dan tambang turut meramaikan pergerakan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 2 persen ke Rp294. Sementara PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 8,68 persen ke Rp1.690. Saham-saham berbasis komoditas kembali dilirik, seiring sentimen yang menguat di sektor energi.
Tak kalah agresif, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) melonjak 23,08 persen ke Rp224. Kenaikan dua digit ini mempertegas bahwa saham sektor riil pun ikut terseret arus spekulasi. PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) bahkan terbang 19,23 persen ke Rp124, menunjukkan lonjakan minat pada sektor telekomunikasi.
Kelompok saham terafiliasi Bakrie juga bergerak eksplosif. BNBR naik 10 persen ke Rp121, sedangkan ELTY menguat 6,52 persen ke Rp49. Pergerakan cepat pada saham-saham ini memperlihatkan pola transaksi agresif yang tak bisa diabaikan.
Di tengah gejolak saham lapis dua, saham perbankan besar cenderung stabil. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 1,86 persen ke Rp3.840, sementara Bank Central Asia (BBCA) menguat tipis 0,70 persen ke Rp7.225. Keduanya tetap menjadi jangkar stabilitas di tengah volatilitas tinggi.
Saham tambang besar juga bergerak moderat. Aneka Tambang (ANTM) naik tipis 0,24 persen ke Rp4.220. Sementara PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) bertambah 2,55 persen ke Rp1.810.
Selain itu, nama-nama seperti BIPI, KPIG, MBMA, INOV, CUAN, hingga MPPA masuk daftar saham paling aktif dengan kenaikan beragam. Perdagangan terlihat hidup, dengan arus dana yang tampak berputar cepat di saham berkapitalisasi kecil hingga menengah.
Fenomena ini memperlihatkan rotasi minat investor yang cukup tajam. Saham-saham dengan harga relatif rendah menjadi magnet spekulasi, sementara saham blue chip bergerak lebih tenang. Lonjakan dua digit di sejumlah emiten menjadi sinyal kuat bahwa pasar sedang berada dalam fase agresif, di mana momentum menjadi kunci utama.
Penulis: Adi
