JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Pemerintah Singapura mengambil langkah cepat untuk membantu warganya yang berada di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 28 Februari 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga Singapura yang kesulitan meninggalkan wilayah tersebut.
Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) mengerahkan pesawat militer jenis A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT) guna menjemput warga negaranya dari Riyadh, Arab Saudi. Operasi ini menjadi bagian dari upaya pemulangan atau repatriasi warga Singapura dari kawasan yang terdampak konflik.
Keputusan pengerahan pesawat tersebut diumumkan melalui pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) dan Kementerian Pertahanan (MINDEF), Senin (9/3/2026). Pemerintah menyebut situasi di kawasan Timur Tengah membuat akses penerbangan komersial menjadi sangat terbatas.
“Menanggapi kebutuhan mendesak warga Singapura di Timur Tengah, pemerintah Singapura akan mengerahkan pesawat A330 Multi-Role Tanker Transport milik Angkatan Udara Republik Singapura untuk membantu kepulangan warga Singapura dari Riyadh, Arab Saudi, pada 10 Maret 2026,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Pemerintah Singapura menjelaskan bahwa warganya yang berada di Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi membutuhkan bantuan untuk kembali ke negaranya. Keterbatasan jadwal penerbangan komersial membuat pemerintah memutuskan mengirim pesawat militer.
“Karena itu pemerintah Singapura akan mengirim pesawat A330 MRTT dari Angkatan Udara Singapura untuk operasi keberangkatan yang dibantu (assisted departure) dari Riyadh,” lanjut pernyataan tersebut.
Penerbangan pertama dijadwalkan berlangsung pada 10 Maret 2026 dari Riyadh menuju Singapura. Selain itu, pemerintah juga merencanakan penerbangan kedua yang akan dilaksanakan dua hari kemudian, yakni pada 12 Maret 2026.
Pesawat A330 MRTT diketahui memiliki kapasitas hingga sekitar 266 penumpang. Dengan dua jadwal penerbangan tersebut, pemerintah memperkirakan sekitar 400 hingga 500 warga Singapura beserta anggota keluarganya dapat dipulangkan melalui operasi evakuasi ini.
Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan pihaknya akan menghubungi warga yang telah mendaftarkan diri dalam program pemulangan tersebut. Mereka juga akan memberikan rincian teknis mengenai jadwal dan prosedur keberangkatan.
“Pengerahan pesawat MRTT ke Arab Saudi semata-mata untuk mendukung operasi pemulangan warga Singapura,” demikian penegasan pemerintah dalam pernyataan tersebut.
Langkah serupa juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Melalui KBRI Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, pemerintah Indonesia menyatakan tengah menjajaki opsi pengiriman maskapai nasional atau bekerja sama dengan maskapai lokal untuk membantu WNI yang ingin pulang ke tanah air akibat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
