Tak Semua Puasa 13 Jam, Di Kota Ini Umat Muslim Berpuasa Hampir Seharian

2 Min Read
Tak Semua Puasa 13 Jam, Di Kota Ini Umat Muslim Berpuasa Hampir Seharian (Ilustrasi)

NOLESKABAR.COM – Umat Muslim di berbagai negara menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan durasi yang berbeda-beda.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh letak geografis dan panjang waktu siang di masing-masing wilayah.

Di sejumlah negara yang berada di garis lintang tinggi, khususnya kawasan Eropa Utara dan wilayah dekat Kutub Utara, durasi puasa menjadi jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara di kawasan tropis.

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, berikut 10 kota dengan durasi puasa terlama pada Ramadan sebelumnya:

  1. Nuuk, Greenland – 16 jam 31 menit
  2. Islandia – 16 jam 29 menit
  3. Finlandia – 15 jam 36 menit
  4. Norwegia – 15 jam 40 menit
  5. Skotlandia – 15 jam 05 menit
  6. Jerman – 14 jam 50 menit
  7. Irlandia – 14 jam 55 menit
  8. Rusia – 14 jam 51 menit
  9. Belanda – 14 jam 50 menit
  10. Polandia – 14 jam 50 menit.

Durasi puasa berbeda karena umat Islam berpuasa sejak fajar hingga matahari terbenam. Semakin ke utara suatu wilayah, semakin panjang waktu siangnya, sehingga otomatis waktu puasanya pun lebih lama.

Sebaliknya, negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa seperti kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah bagian selatan, dan Afrika memiliki durasi puasa yang relatif stabil, rata-rata antara 12 hingga 13 jam.

Di wilayah paling utara seperti Greenland, Islandia, Norwegia, dan sebagian Rusia, durasi siang hari bisa sangat panjang.

Bahkan di beberapa daerah tertentu, puasa dapat berlangsung hingga mendekati 20 jam saat musim panas.

Untuk mengatasi kondisi ekstrem tersebut, para ulama memberikan keringanan bagi umat Islam di wilayah dengan durasi siang yang sangat panjang.

Mereka diperbolehkan mengikuti waktu puasa di Kota Makkah atau mengikuti jadwal kota terdekat yang memiliki waktu siang lebih seimbang.

Perbedaan durasi ini menunjukkan bahwa Ramadan dijalankan dengan tantangan yang berbeda di setiap belahan dunia, namun dengan semangat ibadah yang sama.

    Penulis : K_A

    Share This Article