BATAM, NOLESKABAR.COM – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam melelang kapal supertanker MT Arman 114 kembali menemui jalan terjal. Tiga perusahaan nasional yang mengikuti tahapan penjelasan lelang (aanwijzing) dinyatakan gugur lantaran tidak memenuhi persyaratan utama yang ditetapkan.
Penjelasan lelang digelar di Kantor Kejari Batam, Kepulauan Riau, Kamis (22/1), dan dipimpin langsung Kepala Kejari Batam I Wayan Wiradarma. Namun, tak satu pun peserta berhasil melaju ke tahap berikutnya.
“Kemarin sudah dilaksanakan aanwijzing kapal MT Arman. Hadir tiga perusahaan, tetapi seluruhnya tidak melengkapi persyaratan,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, saat dikonfirmasi di Batam, Jumat (23/1).
Ketiga peserta tersebut merupakan perusahaan bertaraf nasional di sektor minyak dan gas bumi, yakni PT Patra Andalas Sukses (dua perwakilan) dan PT Adicipta Energi. Mereka dinyatakan gugur karena tidak memiliki dua izin krusial, yakni izin usaha pengolahan minyak bumi dan izin usaha niaga minyak bumi.
“Dengan tidak terpenuhinya syarat itu, otomatis kepesertaan mereka gugur,” tegas Priandi.
Ia menjelaskan, aanwijzing merupakan tahapan penting dalam proses pengelolaan dan penyelesaian aset negara di bawah kewenangan Kejaksaan RI. Tahap ini bertujuan memberikan kejelasan menyeluruh terkait kondisi fisik, spesifikasi, hingga status hukum aset yang akan dilelang.
Terkait langkah selanjutnya, Kejari Batam masih menunggu arahan dari Kejaksaan Agung selaku penyelenggara lelang. “Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu petunjuk dari Kejagung,” kata Priandi.
Sebagai informasi, Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung kembali melelang kapal tanker MT Arman 114 bermuatan light crude oil dengan nilai limit mencapai Rp1,174 triliun dan uang jaminan lelang sebesar Rp118 miliar. Lelang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026 melalui KPKNL Batam dan dapat diakses melalui laman resmi lelang pemerintah.
Ini merupakan kali kedua MT Arman 114 dilelang. Pada lelang sebelumnya, November 2025, sebanyak 19 perusahaar termasuk Pertamina ikut dalam aanwijzing, namun tidak satu pun mengajukan penawaran hingga lelang ditutup tanpa pemenang.
Kapal berbendera Iran tersebut dibuat di Korea Selatan pada 1997, berbahan baja, dengan bobot kotor 156.889 ton dan bermuatan sekitar 1,24 juta barel minyak mentah ringan. Saat ini, MT Arman 114 masih berlabuh jangkar di Perairan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau
