SUKABUMI, NOLESKABAR.COM – Duka mendalam menyelimuti Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Bocah laki-laki berinisial NS (12) meninggal dunia setelah diduga disiram air panas oleh ibu tirinya. Luka bakar parah ditemukan di wajah, punggung, lengan, dan kaki korban.
NS dikenal sebagai anak pendiam yang bercita-cita menjadi santri kiai. Harapannya yang sederhana kini kandas tragis, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Ayah korban, Anwar Satibi (38), menangis saat menceritakan tragedi itu. Menurutnya, anaknya sudah pernah mengalami kekerasan dari ibu tirinya.
Namun masalah tersebut berakhir di meja mediasi, meski dirinya sudah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
“Saya sudah takut akan hal ini. Sebelumnya, saya pernah melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak saya, tapi hanya berakhir mediasi. Kini nyawa anak saya tidak bisa diselamatkan,” ujarnya.
Kasus ini kini tengah diselidiki Polres Sukabumi. Kasat Reskrim, AKP Rizal Fadli mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi.
“Dugaan KDRT menjadi fokus utama penyelidikan kami. Kami akan pastikan jika ada unsur pidana, pelakunya akan diproses hukum,” katanya.
AKP Rizal menegaskan, setiap dugaan kekerasan terhadap anak harus ditindaklanjuti dengan serius.
“Laporan yang berakhir mediasi tidak boleh membuat anak tetap dalam bahaya. Kita tidak bisa menunggu sampai tragedi terjadi,” ucapnya.
