Trump Klaim Hubungan AS-Venezuela Masuki Babak Baru

2 Min Read
Presiden Amerika Serikat berbicara di podium resmi dengan lambang kepresidenan, disertai bendera Amerika Serikat di latar belakang. (Foto/kimpas.id)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan adanya perkembangan signifikan dalam hubungan Amerika Serikat dan Venezuela setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez.

Melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (14/1), Trump menyebut percakapan tersebut berlangsung sangat konstruktif dan penuh optimisme. Ia menilai dialog itu menjadi langkah awal menuju stabilitas dan pemulihan Venezuela.

“Pagi ini saya melakukan panggilan yang sangat baik dengan Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez. Kami membuat kemajuan luar biasa dalam upaya membantu Venezuela menjadi negara yang stabil dan pulih kembali,” tulis Trump.

Menurut Trump, sejumlah isu strategis menjadi topik pembahasan, mulai dari kerja sama di sektor minyak dan mineral, perdagangan bilateral, hingga keamanan nasional. Ia bahkan menyebut potensi kemitraan kedua negara sebagai peluang besar yang saling menguntungkan.

“Kemitraan antara Amerika Serikat dan Venezuela ini akan menjadi sesuatu yang spektakuler bagi semua pihak,” tambahnya.

Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa Venezuela berada di jalur yang tepat untuk kembali menjadi negara yang kuat dan makmur di kawasan Amerika Latin.

Hubungan kedua negara sebelumnya mengalami ketegangan setelah operasi besar-besaran Amerika Serikat pada awal Januari yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan narkoterorisme, tuduhan yang telah dibantah oleh Maduro dan Flores di pengadilan.

Pasca-peristiwa tersebut, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara. Rodríguez resmi dilantik pada 5 Januari di hadapan Majelis Nasional dan menyatakan komitmennya menjaga stabilitas nasional.

Situasi ini turut menarik perhatian komunitas internasional. Sejumlah negara, termasuk Rusia, China, dan Korea Utara, menyerukan penyelesaian damai serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional. Sementara itu, Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk menilai operasi militer AS telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap prinsip kedaulatan negara.

Di tengah dinamika geopolitik tersebut, pernyataan Trump tentang hubungan baru AS–Venezuela memberi sinyal adanya peluang dialog dan kerja sama yang lebih terbuka di masa depan.

penulis: fauzan

Share This Article