Unggul Dulu, Arema Justru Tumbang! Bhayangkara Manfaatkan 2 Kartu Merah

4 Min Read
Unggul Dulu, Arema Justru Tumbang! Bhayangkara Manfaatkan 2 Kartu Merah (Ilustrasi)

SURABAYA,NOLESKABAR.COM– Arema Malang harus menelan kekalahan pahit dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 setelah takluk 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026) malam.

Singo Edan sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul lebih dulu pada babak pertama. Namun dua kartu merah yang diterima pemain Arema membuat jalannya pertandingan berubah drastis dan akhirnya dimanfaatkan Bhayangkara untuk membalikkan keadaan.

Sejak awal pertandingan, Arema tampil cukup agresif dan berani menekan pertahanan tuan rumah. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui Dalberto dan Joel Vinicius yang aktif membongkar lini belakang Bhayangkara.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Pada menit 45+1, Joel Vinicius sukses memanfaatkan umpan sundulan Dalberto di dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan berarti, ia menaklukkan penjaga gawang Bhayangkara dan membawa Arema unggul 1-0.

Namun momentum positif Arema tidak bertahan lama. Petaka datang menjelang babak pertama berakhir.

Pada menit 45+8, bek Arema Pablo Oliviera harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah wasit mengeluarkan kartu merah. Keputusan tersebut membuat Arema harus memulai babak kedua dengan hanya sepuluh pemain.

Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Bhayangkara langsung meningkatkan tekanan pada babak kedua. Serangan demi serangan dilancarkan untuk membongkar pertahanan Arema yang mulai bermain lebih defensif.

Pada menit ke-51, Bhayangkara sempat mendapatkan peluang emas melalui Sadiki, namun sontekannya masih gagal menembus gawang Arema. Peluang lain datang dari Ryo Matsumura, tetapi tendangannya masih bisa diamankan oleh kiper Arema.

Meski bermain dengan sepuluh pemain, Arema sempat memberikan ancaman melalui serangan balik. Pada menit ke-63, Gustavo Franca melepaskan tendangan keras yang hampir saja membobol gawang Bhayangkara yang dijaga Awan Seto.

Namun situasi semakin sulit bagi Arema setelah kembali kehilangan pemain pada menit ke-70. Penyerang Dalberto diganjar kartu merah oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras.

Dengan dua pemain diusir keluar lapangan, Arema terpaksa melanjutkan pertandingan hanya dengan sembilan pemain.

Keunggulan jumlah pemain akhirnya benar-benar dimanfaatkan Bhayangkara. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-74.

Privat Mbarga berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat para pemain Bhayangkara.

Arema yang sudah kelelahan bermain dengan sembilan pemain semakin kesulitan mengimbangi tempo permainan.

Puncaknya terjadi pada menit ke-86 ketika Bhayangkara mendapatkan hadiah penalti setelah Dendy Sulistyawan dijatuhkan di dalam kotak penalti Arema.

Kesempatan emas tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Moussa Sidibe yang maju sebagai algojo. Tendangan penalti Sidibe meluncur mulus ke gawang Arema dan membawa Bhayangkara berbalik unggul 2-1.

Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membuat Bhayangkara Presisi Lampung FC kini naik ke peringkat enam klasemen sementara dengan koleksi 41 poin dari 25 pertandingan.

Sementara itu, kekalahan membuat Arema Malang harus tertahan di posisi ke-11 klasemen dengan raihan 31 poin, setelah gagal mempertahankan keunggulan dan harus bermain dengan sembilan pemain di laga penuh drama tersebut.

Editor: Adi

Share This Article