INTERNASIONAL, NOLESKABAR.COM – Kekalahan Real Madrid dari CA Osasuna tadi malam kembali memantik perdebatan lama: benarkah Los Blancos terlalu bergantung pada penalti untuk meraih kemenangan?
Dalam laga tersebut, Madrid gagal mengamankan poin penuh setelah kesulitan membongkar pertahanan disiplin Osasuna. Minimnya peluang bersih dan absennya penalti yang biasa menjadi “penyelamat” di momen krusial membuat lini depan Madrid tampak tumpul.
Sejumlah warganet langsung mengaitkan hasil ini dengan narasi yang sebelumnya ramai diperbincangkan — bahwa tanpa hadiah tendangan 12 pas, Madrid akan kesulitan meraih kemenangan.
Kekalahan tadi malam dianggap sebagai “bukti” oleh pihak-pihak yang selama ini mengkritik frekuensi penalti yang diperoleh raksasa Spanyol tersebut.
Namun, analis sepak bola menilai kesimpulan itu terlalu sederhana. Dalam pertandingan kontra Osasuna, faktor efektivitas penyelesaian akhir, rapatnya lini belakang lawan, serta kurangnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan justru menjadi penentu hasil. Penalti bukan satu-satunya variabel dalam dinamika pertandingan.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi alarm bagi Madrid dalam persaingan papan atas. Evaluasi tak hanya menyangkut ketajaman lini depan, tetapi juga variasi strategi saat menghadapi tim yang bermain bertahan total.
Apakah hasil tadi malam memperkuat anggapan bahwa Madrid sulit menang tanpa penalti? Ataukah ini sekadar hasil buruk dalam satu pertandingan?
Yang jelas, perdebatan soal penalti dan konsistensi performa Los Blancos tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.
