BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Banjir yang melanda Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jumat (10/1/2026) dini hari, berdampak langsung pada ribuan rumah warga yang tersebar di sejumlah dusun dan kampung.
Luapan Sungai Blega kiriman dari wilayah hulu sekitar pukul 03.30 WIB membuat air setinggi 30 hingga 120 sentimeter masuk ke permukiman penduduk, memaksa warga bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi terendam.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangkalan, sedikitnya 1.673 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Desa Blega. Titik terparah berada di Dusun Baban, meliputi Kampung Pekadan dan Cangagan dengan total 180 KK terdampak. Di Dusun Klabangan, banjir merendam Kampung Klabangan sebanyak 400 KK dan Kampung Laok Songai 185 KK.
Sementara itu, di Dusun Morlaok, air menggenangi Kampung Pelanggaran dan Kauman sebanyak 190 KK, Kampung Morlaok 200 KK, serta Kampung Sempat 228 KK. Banjir juga masuk ke Dusun Bangtemoran, tepatnya Kampung Bangtemoran dengan 125 KK dan Kampung Paddeg 39 KK. Selain itu, Dusun Karang Kemasan, Kampung Dayaa Sungai turut terdampak dengan 126 KK rumah tergenang.
Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum berupa Kantor Pegadaian, serta dua bangunan sekolah, yakni SDN Blega 3 dan SDN Blega 4. Meski demikian, tidak ditemukan kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar, memastikan dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsian. BPBD Bangkalan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta Agen Bencana BPBD Jawa Timur Wilayah Bangkalan telah melakukan asesmen dan pengkajian di seluruh titik terdampak.
“Bantuan darurat sudah kami distribusikan berupa makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, serta biskuit kepada warga terdampak,” ujar Zainul Qomar. Sabtu, 10 Januari 2026.
Hingga Sabtu pukul 10.05 WIB, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Cuaca terpantau cerah berawan, namun sisa genangan masih menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalur nasional Blega sepanjang kurang lebih 5 kilometer, dengan kendaraan berjalan merayap.
BPBD Bangkalan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan akan terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak.
