BANGKALAN, NOLESKABAR.COM-Tahun 2025 tampaknya menjadi tahun penuh kabar baik bagi pencari kerja di Bangkalan. Sebanyak 1.220 orang resmi meninggalkan status pengangguran setelah terserap ke dunia kerja. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, sekaligus kabar gembira bagi dompet dan harga mi instan.
Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan mencatat, sepanjang 2025 jumlah pencari kerja terdaftar mencapai 963 orang, melonjak jauh dibandingkan tahun 2024 yang hanya 509 orang. Bedanya, kali ini bukan cuma ramai daftar, tapi juga benar-benar dapat kerja.
Dari total penyerapan tersebut, 789 orang bekerja di dalam negeri, sementara 431 orang lainnya berangkat ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Jika dijumlahkan, total penempatan kerja sepanjang 2025 mencapai 1.220 orang, angka yang cukup untuk membuat status sedang mencari kerja ramai-ramai dihapus.
Jika ditarik ke belakang, grafik penempatan kerja di Bangkalan tampak makin percaya diri. Tahun 2021 hanya 215 orang yang terserap, naik menjadi 561 orang pada 2022, lalu 879 orang pada 2023. Meski sempat turun tipis pada 2024 menjadi 799 orang, tren tersebut kembali melesat pada 2025.
Secara keseluruhan, selama 2021–2025, jumlah pencari kerja terdaftar di Bangkalan mencapai 2.993 orang. Menariknya, total penempatan kerja justru lebih besar, yakni 3.674 orang, terdiri dari 1.631 penempatan dalam negeri dan 2.043 penempatan luar negeri. Artinya, peluang kerja lebih banyak daripada antrean pencari kerja.

Kepala Disperinaker Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengungkapkan bahwa mayoritas pencari kerja yang terdaftar justru berasal dari kalangan berpendidikan tinggi.
“Yang mengajukan kartu pencari kerja atau A1, sekitar 60 sampai 70 persen merupakan lulusan sarjana,” ujarnya. Sabtu, 10 Januari 2026.
Untuk mengurangi pengangguran, Disperinaker Bangkalan menerapkan strategi link and match, mencocokkan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja lokal.
“Ada kebutuhan industri berapa, kami siapkan dari pencari kerja yang ada. Kalau perlu pelatihan, kami latih dulu,” jelasnya.
Pelatihan tersebut difasilitasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan. Tujuannya sederhana: supaya pencari kerja tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga punya keterampilan yang benar-benar dicari industri.
Selain industri lokal, Disperinaker juga memfasilitasi rekrutmen perusahaan ritel dan jasa nasional seperti Alfamart dan Indomaret, hingga hotel, restoran, dan kafe. Bahkan, proses rekrutmen untuk penempatan di Surabaya dilakukan langsung di Bangkalan.
“Bekerja di sini dengan UMK Bangkalan, bekerja di Surabaya sesuai UMK setempat. Nanti uangnya tetap dibelanjakan di Bangkalan,” kata Jemmi.
Dengan tren ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak warga Bangkalan yang bukan sekadar berganti status di KTP, tetapi benar-benar naik kelas dari pengangguran menjadi pekerja tetap.
Penulis: Syah
