BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Warga Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, harus memulai Sabtu (9/1/2026) dengan cara yang tak biasa. Bukan kopi atau sarapan, melainkan air banjir setinggi betis hingga dada orang dewasa yang tiba-tiba menggenangi rumah, sekolah, hingga jalan nasional.
Banjir terjadi sekitar pukul 03.30 WIB setelah Sungai Blega meluap akibat kiriman air dari wilayah hulu. Air dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga 120 sentimeter langsung menyebar cepat, membuat sebagian warga terbangun dalam kondisi rumah sudah tergenang.
“Airnya datang cepat, tahu-tahu sudah masuk rumah. Bangun tidur, lantai jadi kolam,” ujar salah satu warga setempat.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangkalan, banjir merendam sedikitnya 1.673 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah dusun dan kampung di Desa Blega. Wilayah terdampak meliputi Dusun Pekadan, Cangagan, Klabangan, Laok Songai, Pelanggaran, Kauman, Morlaok, Sempat, Bangtemoran, Paddeg, hingga Dayaa Sungai.
Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut ‘mandi bersama’, di antaranya kantor Pegadaian serta dua sekolah dasar, yakni SDN Blega 3 dan SDN Blega 4. Aktivitas belajar pun dipastikan ikut terganggu, meski untungnya tidak ada laporan kerusakan bangunan.
Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar, memastikan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun pengungsi.
“Alhamdulillah nihil korban jiwa dan pengungsian. Air memang tinggi, tapi warga masih bisa bertahan di rumah masing-masing,” katannya kepada Noleskabar.com. Sabtu, 10 Januari 2025.
BPBD Bangkalan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta agen bencana BPBD Jawa Timur langsung turun ke lokasi melakukan asesmen dan pengkajian. Bantuan darurat berupa makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, hingga biskuit klepon juga telah didistribusikan kepada warga terdampak.
Menjelang siang, kondisi mulai membaik. Air dilaporkan berangsur surut, meski sisa genangan masih menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalur nasional Blega sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Kendaraan terpaksa berjalan merayap, sementara sebagian pengendara memilih putar balik sebelum ikut “uji kesabaran”.
“Saat laporan ini disampaikan, cuaca cerah berawan dan air perlahan surut. Kami terus melakukan pemantauan,” tambah Zainul Qomar.
BPBD mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih bisa terjadi. Bagi warga Blega, pagi ini setidaknya ada satu pelajaran: di musim hujan, bangun tidur tak hanya cek ponsel tapi juga cek ketinggian air di depan pintu.Penulis: Syah
