Bukan Tiup Lilin! HUT Mega & PDIP di Bangkalan Diwarnai Lepas Merpati dan Tebar Ikan

3 Min Read
Bukan Tiup Lilin! HUT Mega & PDIP di Bangkalan Diwarnai Lepas Merpati dan Tebar Ikan (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM-Peringatan hari ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sekaligus hari jadi partai tidak hanya dirayakan dengan seremoni. Di Bangkalan, kader banteng memilih turun langsung ke lapangan dengan aksi konkret menjaga lingkungan.

Jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan menggelar kegiatan pelepasan burung dan menebar 400 benih ikan ke sungai, Jumat (23/1/2026). Aksi ini menjadi simbol komitmen partai dalam merawat ekosistem sekaligus bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi DPP PDI Perjuangan yang diperkuat arahan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, agar peringatan hari besar partai tidak berhenti pada kegiatan simbolik, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bangkalan, Nur Hakim, menegaskan bahwa peringatan hari lahir Megawati dijadikan momentum untuk menggerakkan kader agar hadir langsung di tengah persoalan rakyat, termasuk isu kerusakan lingkungan.

“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ini adalah perintah ideologis agar kader hadir dengan aksi nyata. Kami diminta tidak hanya bicara, tetapi bertindak untuk lingkungan dan masyarakat,” tegas Nur Hakim.

Menurutnya, pelepasan burung dilakukan untuk membantu memulihkan keseimbangan ekosistem darat, sementara penebaran ratusan benih ikan bertujuan memperkuat keberlanjutan sumber daya perairan yang selama ini menjadi tumpuan sebagian warga.

“Kami tebar 400 benih ikan sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga sungai dan ekosistemnya. Sungai adalah sumber kehidupan. Kalau rusak, dampaknya langsung ke rakyat,” ujarnya.

Nur Hakim yang juga menjabat Sekretaris Komisi I DPRD Bangkalan menegaskan bahwa politik PDI Perjuangan tidak boleh berhenti pada perebutan kekuasaan semata, tetapi harus menyentuh isu-isu fundamental, termasuk kelestarian alam.

“Politik bagi kami adalah menjaga Ibu Pertiwi. Merawat alam adalah bagian dari perjuangan. Kalau lingkungan rusak, rakyat yang pertama kali menjadi korban,” tandasnya.

Ia juga menyebut aksi ini sebagai bentuk pesan keras agar semua pihak lebih serius dalam menjaga lingkungan, mengingat persoalan pencemaran sungai dan degradasi ekosistem masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Dengan turun langsung ke lapangan, DPC PDI Perjuangan Bangkalan ingin menunjukkan bahwa peringatan hari besar partai bisa diubah menjadi gerakan konkret, bukan sekadar seremoni.

Kegiatan ini diharapkan dapat memicu partisipasi masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menjaga sungai, ekosistem, dan kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Bangkalan.

Penulis: Syah

Share This Article