JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Pada perdagangan 23 Januari 2026, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menunjukkan taringnya. Saham ini ditutup di Rp360,00, naik 3,45%, menjadi sorotan utama investor. Namun, apakah raja batu bara ini mampu mempertahankan posisinya di tengah rival-rival ganas di sektor energi?
BRMS mencoba menempel, tetapi hanya naik 1,63% ke Rp1.250,00. Kenaikan ini kalah dibanding BUMI, yang tetap menjadi magnet utama gelombang beli, menunjukkan dominasi sang veteran di pasar.
Sementara itu, DEWA naik 3,01% ke Rp685,00, menunjukkan bahwa rival-rivalnya mulai agresif mengejar aliran modal. Persaingan di sektor energi mulai memanas, meski BUMI tetap menjadi fokus utama investor.
Drama sesungguhnya terjadi saat CDIA melonjak 4,39% ke Rp1.415,00, menyalip BUMI dari sisi persentase. Hal ini menandakan bahwa saham pertambangan menengah dapat menjadi ancaman bagi dominasi raja batu bara jika momentum pasar tepat.
Namun, jawara hari itu adalah BRPT, yang menanjak 5,82% ke Rp2.590,00. Dibanding BUMI, BRPT menunjukkan tenaga yang lebih kuat, seperti petarung baru yang siap merebut perhatian investor dan memanaskan arena bursa.
Di sisi lain, saham blue-chip seperti BBCA stagnan di Rp7.650,00, seolah menertawakan hiruk-pikuk sektor energi. Dibanding BUMI dan rival-rivalnya, saham perbankan tetap stabil, menjadi simbol keamanan di tengah persaingan sengit.
Rentang harian BUMI tercatat di Rp330,00–Rp364,00, sedangkan rentang tahunan Rp70,00–Rp484,00. Dibanding saham energi lain, volatilitas BUMI moderat, cukup aman bagi investor konservatif, tetapi tetap menarik bagi mereka yang memanfaatkan aksi beli cepat.
Dengan kapitalisasi pasar Rp133,68 triliun, BUMI tetap menjadi pemain utama. Namun, BRMS, DEWA, CDIA, dan BRPT membuktikan bahwa di sektor energi, tidak ada raja yang abadi; hanya yang paling gesit yang mampu bertahan.
Para analis menilai, lonjakan harga pada perdagangan 23 Januari 2026 dipicu oleh optimisme terhadap harga batu bara dan meningkatnya permintaan energi global. Pertarungan saham di sektor energi menegaskan satu hal: BUMI mungkin raja, tetapi arena ini penuh pesaing yang siap menyalip kapan saja.
Penulis: Sukri
