Pekan Lalu, Investor Asing Lepas Saham Blue Chip, IHSG Tertekan ke 8.951

2 Min Read
Pekan Lalu, Investor Asing Lepas Saham Blue Chip, IHSG Tertekan ke 8.951 (Ilustrasi)


JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Pekan lalu, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan signifikan akibat aksi jual besar-besaran oleh investor asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke 8.951,01, meninggalkan level psikologis 9.000 setelah tiga hari berturut-turut berada di zona merah.


Saham BBCA menjadi sorotan utama, dengan net foreign sell mencapai Rp 3,97 triliun sepanjang pekan, termasuk puncak satu hari sebesar Rp 1,7 triliun, menekan harga BBCA ke Rp 7.650, level terendah dalam tiga bulan terakhir. Tidak hanya BBCA, saham Bumi Resources (BUMI) dan GoTo (GOTO) juga dilepas asing, masing-masing sebesar Rp 1,34 triliun dan Rp 456,9 miliar.


Analis pasar menilai aksi ini merupakan bentuk profit taking menjelang laporan keuangan kuartal pertama 2026, di mana investor asing memanfaatkan penguatan saham blue chip dalam beberapa bulan terakhir untuk mengamankan keuntungan.


Meski IHSG terkoreksi, aktivitas pasar tetap tinggi. Rata-rata nilai transaksi harian naik 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun, meski frekuensi transaksi turun 2,66%, menunjukkan bahwa investor besar tetap memanfaatkan volatilitas pasar untuk transaksi strategis.


Fenomena pekan lalu membuka peluang bagi investor ritel untuk mengikuti pola pergerakan saham unggulan. Namun, para analis tetap mengingatkan agar strategi dan kewaspadaan menjadi prioritas, karena tekanan asing dapat memicu fluktuasi tajam di pasar saham Indonesia.


Kondisi ini menegaskan bahwa pergerakan IHSG pekan lalu sangat dipengaruhi oleh aksi investor asing, terutama pada saham-saham blue chip. Memahami tren ini menjadi kunci bagi investor untuk mengantisipasi risiko dan memaksimalkan peluang di tengah volatilitas pasar.


Editor: Sultoni

Share This Article