JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi siang pada level 8.909,10 pada Selasa (27/1/2026), turun tipis dibanding posisi sebelumnya 8.975,33, menunjukkan sentimen hati-hati investor menjelang laporan keuangan kuartal pertama.
Meskipun IHSG terkoreksi, saham-saham unggulan masih mencatat kinerja positif. LQ45 naik 1,01% ke 873,48, sementara IDX30 bertambah 1,10% ke 445,60, menandakan minat investor pada saham blue chip tetap tinggi.
Saham berkelanjutan juga menarik perhatian, dengan SRI-Kehati menguat 1,14% ke 383,92, mencerminkan ketertarikan investor terhadap perusahaan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Di pasar Asia, beberapa indeks utama menunjukkan kinerja positif. Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,14% ke 52.959,37, sementara Hang Seng Hong Kong menguat 1,13% ke 27.068,49.
KOSPI Korea Selatan mencatat kenaikan signifikan 1,28% ke 5.012,72, terutama didorong sektor teknologi dan ekspor yang menunjukkan sentimen pasar positif.
Di Amerika Serikat, pergerakan indeks utama cenderung mixed. Dow Jones Industrial Average turun 0,64% ke 49.412,40, namun S&P 500 menguat 0,50% ke 6.950,23, sementara DAX Jerman sedikit naik 0,13% ke 24.933,08.
Selain saham, instrumen obligasi menunjukkan stabilitas. PEFINDO i-Grade berada di level 228,21 (+0,66%), menunjukkan minat investor pada obligasi berperingkat aman dan risiko rendah.
Analis pasar menilai bahwa meski IHSG mengalami koreksi tipis, saham-saham unggulan di LQ45, IDX30, SRI-Kehati, dan KOSPI tetap layak dijadikan rekomendasi investasi.
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan volatilitas pasar global, aksi investor asing, dan laporan keuangan kuartal pertama sebelum mengambil keputusan investasi.
Kesimpulannya, meski kondisi pasar berfluktuasi, saham-saham dengan kinerja stabil dan potensi pertumbuhan tetap menjadi pilihan strategis bagi investor yang mencari keuntungan jangka menengah hingga panjang.
