JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Direktur Utama BEI, Iman Rachman, resmi mengundurkan diri pada Jumat (30/1) menyusul anjloknya IHSG dalam dua hari terakhir. Langkah ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pasar modal Indonesia (CI).
“Saya mengundurkan diri sebagai direktur utama BEI sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar beberapa hari terakhir,” kata Iman Rachman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta (CI).
Iman berharap keputusannya bisa menenangkan pasar modal Indonesia (CI) dan membawa stabilitas baru. “Semoga dengan pengunduran saya, pasar modal kita menjadi lebih baik,” ujarnya.
Gejolak ini dipicu oleh keputusan MSCI yang membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham Indonesia, termasuk penghentian penambahan saham baru dan tidak adanya kenaikan kelas saham di semua segmen (CI).
Akibatnya, IHSG jatuh signifikan dalam dua hari berturut-turut. Pada Rabu (28/1), indeks ditutup di 8.320, turun 659,67 poin atau minus 7,35 persen. Kamis (29/1), IHSG merosot lagi 88,35 poin ke 8.232, setelah sempat menyentuh level 7.481 pada siang hari (CI).
Jumat pagi, IHSG sempat dibuka hijau di 8.308 dan hanya dalam lima menit melonjak 133 poin atau 1,62 persen ke posisi 8.365, menandakan volatilitas tinggi pasar saham (CI).
Proses pengunduran diri akan diikuti penunjukan pelaksana tugas sementara BEI (CI) sesuai anggaran dasar hingga direktur utama baru resmi diangkat. Iman sendiri menjabat Dirut BEI sejak RUPST 29 Juni 2022.
Anjloknya IHSG menjadi alarm bagi investor, menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian di pasar modal Indonesia (CI). Banyak analis menyebut MSCI sebagai faktor utama tekanan pasar beberapa hari terakhir.
Dengan pengunduran diri ini, BEI berharap bisa memulihkan kepercayaan investor dan memberi ruang bagi manajemen baru menata strategi pasar modal Indonesia (CI) yang lebih stabil.
Kasus ini menegaskan risiko tinggi IHSG terhadap sentimen global dan keputusan indeks internasional, memperlihatkan bagaimana pasar modal Indonesia (CI) sangat sensitif terhadap faktor eksternal.
