Warga Panik Hirup Asap Kuning, DPR Minta PT Vopak Buka Suara

2 Min Read
Kepulan asap kuning kecokelatan dari pabrik kimia di Cilegon membuat warga panik. DPR mendesak pemerintah melakukan investigasi menyeluruh demi memastikan keselamatan masyarakat. Transparansi perusahaan dan pengawasan ketat menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia PT Vopak Terminal Merak, Cilegon, Banten. Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu itu sempat memicu kepanikan warga akibat munculnya kepulan asap tebal berwarna kuning kecokelatan.

Chusnunia menegaskan, meskipun pihak kepolisian menyatakan bahwa asap tersebut bukan berasal dari kebocoran tangki maupun pipa, melainkan dari proses pembersihan instalasi, penjelasan resmi tetap diperlukan. Menurutnya, transparansi sangat penting agar masyarakat tidak terus diliputi rasa khawatir.

“Tentunya harus ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan sendiri dan langkah mitigasi yang lebih jelas untuk memastikan keamanan lingkungan, mengingat lokasi pabrik berdekatan dengan permukiman padat penduduk,” ujar Chusnunia di Jakarta, Senin. (2/2/2026).

Ia juga meminta dilakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tidak ada paparan zat berbahaya yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan warga. Menurutnya, pengawasan ketat merupakan bagian dari prosedur pengamanan pada industri dengan risiko tinggi.

Selain itu, Chusnunia menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi para pekerja, masyarakat sekitar, serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. “Perusahaan wajib memberikan pemahaman tentang prosedur keselamatan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi industri,” katanya.

Sebelumnya, kepulan asap tebal yang muncul pada Sabtu (31/1) lalu membuat warga di Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, panik. Sejumlah warga mengaku mengalami pusing, mual, hingga muntah. “Kami sempat takut, baunya menyengat dan asapnya pekat,” ujar salah seorang warga setempat.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, memastikan kondisi lingkungan saat ini dalam keadaan aman. “Hasil pengecekan awal menunjukkan tidak ada kebocoran pipa maupun tangki. Namun, kami tetap melakukan pemantauan bersama kepolisian dan pihak perusahaan sebagai langkah kehati-hatian,” ujarnya. Pemerintah daerah, lanjut Robinsar, berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung investasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Penulis; oj

Share This Article