Analis Nilai Ekspansi Regional PT Chandra Asri Pacific Tbk Perkuat Industri Petrokimia Nasional

3 Min Read
Ekspansi regional PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui aset di Singapura dan pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon dinilai memperkuat daya saing industri petrokimia nasional serta mendukung hilirisasi dan peningkatan devisa negara.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM –  Sejumlah analis menilai strategi ekspansi regional yang dijalankan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri petrokimia nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Ekspansi tersebut dilakukan melalui Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, entitas usaha Chandra Asri Group yang mengelola berbagai aset energi dan kimia di Singapura, termasuk kilang, fasilitas petrokimia, dan jaringan distribusi bahan bakar.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menilai ekspansi tersebut tidak hanya memperkuat posisi regional perusahaan, tetapi juga membuka akses terhadap pasar energi dan kimia yang lebih matang serta stabil.

Menurut dia, melalui Aster, perusahaan dapat mengelola berbagai aset strategis, mulai dari ethylene cracker, fasilitas kimia hilir, hingga jaringan ritel bahan bakar, yang berpotensi memperluas basis usaha di Asia Tenggara dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen bisnis.

“Langkah ini menunjukkan keseriusan Chandra Asri Group dalam memperkuat posisi regional sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional, sehingga ke depan dapat menekan ketergantungan impor dan memberi efek berganda bagi industri dalam negeri,” ujar Miftahul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. (18/2/2026)

Ia menambahkan, keberadaan aset regional tersebut juga mempertegas peran Indonesia dalam rantai pasok industri kawasan, karena produksi dalam negeri dapat disinergikan dengan akses pasar regional yang lebih luas.

Selain itu, pendapatan yang dihasilkan dari aset regional dinilai dapat dialokasikan kembali untuk mendukung investasi, riset, dan pengembangan usaha di dalam negeri, sehingga memperkuat struktur permodalan dan kapasitas produksi nasional.

Sementara itu, Analis Pasar Modal Stocknow, Hendra Wardana, menyebut akuisisi aset energi di Singapura memberi nilai strategis dalam mengelola risiko volatilitas harga energi.

“Akuisisi ini memberikan eksposur pada pasar yang lebih stabil dan matang, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja di tengah fluktuasi siklus industri petrokimia,” kata Hendra.

Di dalam negeri, implementasi strategi perusahaan juga tercermin melalui pembangunan pabrik Chlor Alkali Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, yang diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja saat konstruksi dan 250 pekerja saat beroperasi, dengan kapasitas produksi ratusan ribu ton per tahun serta potensi menekan impor hingga Rp4,9 triliun dan menambah devisa negara sekitar Rp5 triliun per tahun.

Share This Article