Hari Kedua Lebaran Tak Sepenuhnya Cerah, BMKG Ungkap Pemicunya

3 Min Read
Hari Kedua Lebaran Tak Sepenuhnya Cerah, BMKG Ungkap Pemicunya (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Hari kedua Lebaran 2026 tidak sepenuhnya bersahabat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca signifikan yang berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, Minggu (22/3).

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Dinamika atmosfer yang tengah berlangsung membuat intensitas hujan di sejumlah daerah meningkat, bahkan berpotensi mencapai kategori lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah timur Indonesia.

Prakirawan BMKG, Puji Rosita, menyebut wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, hingga Papua Pegunungan menjadi daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Di kawasan ini, hujan tidak hanya turun deras, tetapi juga berpotensi berlangsung lebih lama.

Sementara di wilayah barat Indonesia, potensi hujan juga tidak bisa diabaikan. BMKG mengingatkan kemungkinan hujan disertai petir di Bandar Lampung dan Banjarmasin. Kondisi ini menandakan adanya aktivitas atmosfer yang cukup kuat.

Di sejumlah kota besar lain, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan turun, termasuk di Jambi, Bandung, dan Surabaya. Sedangkan hujan ringan diprediksi menyebar di berbagai kota seperti Padang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, hingga Samarinda.

Tak hanya hujan, beberapa wilayah juga diperkirakan mengalami kondisi berawan tebal, di antaranya Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, hingga Pontianak. Kondisi ini bisa menjadi indikasi potensi hujan lanjutan.

Memasuki kawasan timur Indonesia, pola cuaca cenderung lebih dinamis. BMKG mencatat potensi hujan petir di Kendari, sementara hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Mamuju. Di sisi lain, hujan ringan masih berpeluang mengguyur sejumlah kota seperti Makassar, Manado, Ambon, hingga sebagian wilayah Papua.

BMKG menegaskan bahwa prakiraan ini merupakan gambaran umum yang dapat berubah secara dinamis. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas, terutama di masa libur Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa perayaan tidak selalu berjalan mulus. Di tengah arus mudik, silaturahmi, dan aktivitas luar ruang, faktor cuaca tetap menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi yang beraktivitas di luar rumah atau melakukan perjalanan antarkota. Hujan lebat, petir, hingga potensi gangguan cuaca lainnya dapat terjadi sewaktu-waktu.

Lebaran hari kedua pun berjalan dengan satu catatan penting: langit belum sepenuhnya bersahabat, dan kewaspadaan tetap jadi kunci.

Editor: Arini

Share This Article