Jepang Siapkan Dana Rp171 Triliun untuk Asia Tenggara Hadapi Lonjakan Harga Minyak

2 Min Read
Jepang Siapkan Dana Rp171 Triliun untuk Asia Tenggara Hadapi Lonjakan Harga Minyak (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM –  Pemerintah Jepang menyiapkan dukungan finansial besar senilai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp171 triliun untuk membantu negara-negara Asia Tenggara menghadapi lonjakan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah.

Bantuan tersebut rencananya akan disalurkan dalam bentuk pinjaman guna membantu negara-negara di kawasan memastikan ketersediaan pasokan energi, khususnya minyak mentah, di tengah ketidakpastian global.

Sumber pemerintah menyebutkan, Perdana Menteri Sanae Takaichi akan segera mengumumkan rencana ini dalam pertemuan daring bersama para pemimpin Asia Tenggara dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap ketahanan energi kawasan. Negara-negara Asia Tenggara diketahui memiliki cadangan minyak yang terbatas, sementara permintaan energi terus meningkat, sehingga rentan terhadap gejolak harga global.

Di sisi lain, Jepang juga memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi di kawasan. Negeri Sakura tersebut mengimpor berbagai produk turunan minyak dari Asia Tenggara, termasuk yang digunakan untuk kebutuhan medis dan industri.

Kepala Sekretariat Kabinet Minoru Kihara menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam menjaga rantai pasok energi. “Kami mempertimbangkan kerja sama dengan negara-negara Asia untuk mengamankan pasokan produk minyak bumi dan memperkuat rantai pasok,” ujarnya.

Lonjakan harga minyak saat ini juga menimbulkan tekanan bagi banyak negara di Asia Tenggara, terutama terkait kemampuan pembiayaan impor energi. Gangguan pasokan dinilai dapat berdampak luas, tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga pada layanan kesehatan dan aktivitas industri.

Untuk itu, Jepang berupaya memitigasi risiko tersebut melalui dukungan pembiayaan, termasuk penyaluran pinjaman lewat Japan Bank for International Cooperation. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus meredam dampak ekonomi yang lebih luas di kawasan.

Share This Article