Mensos Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Menganggur, Siapkan Jalur Kuliah dan Kerja

2 Min Read
Mensos Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Menganggur, Siapkan Jalur Kuliah dan Kerja (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi generasi produktif dan tidak boleh menganggur setelah menyelesaikan pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara “Menuju Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan” di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Ia menekankan bahwa para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang menganggur atau tidak sanggup menjadi agen perubahan,” ujar Saifullah Yusuf.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan dua jalur utama bagi para lulusan. Pertama, bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, pemerintah memastikan akses terbuka luas, khususnya ke perguruan tinggi negeri. Sejumlah perguruan tinggi swasta juga turut berkomitmen menerima lulusan Sekolah Rakyat, salah satunya Universitas Ary Ginanjar.

Sementara itu, bagi lulusan yang memilih langsung bekerja, pemerintah akan membekali mereka dengan keterampilan melalui program pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan maupun Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Tak hanya itu, siswa berprestasi sejak jenjang SMP juga akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda sebagai bagian dari pengembangan potensi unggulan.

Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan puluhan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Share This Article