BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Keributan antar juru parkir mengejutkan warga dan pengendara yang berada di sisi utara Alun-alun Bangkalan, tepatnya di pinggir Jalan A Yani, Minggu (4/1/2026) pagi.
Peristiwa ini terjadi menjelang penutupan kegiatan rutin Car Free Day (CFD), dan sempat terekam dalam beberapa video yang viral di media sosial. Rekaman itu menampilkan adegan dramatis: pria saling dorong, baku hantam, bahkan menggunakan kursi plastik, sementara terdengar jeritan warga di sekitar lokasi.
Keributan ini memicu spekulasi luas di masyarakat. Beberapa video yang beredar mengaitkan perkelahian tersebut dengan isu carok atau dugaan perebutan lahan parkir. Situasi sempat memunculkan kekhawatiran pengendara dan warga yang melintas, karena ketegangan terjadi di ruang publik yang biasanya ramai dan aman.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, H. Moh. Hasan Faisol, memastikan bahwa insiden tersebut bukan terkait lahan parkir. Menurut Faisol, keributan murni berasal dari masalah pribadi antara beberapa juru parkir yang kebetulan bertemu di lokasi.
“Perdebatan memanas hingga berujung perkelahian. Ini masalah pribadi, bukan perebutan parkir,” ujarnya. Selasa, 6 Januari 2026.
Setelah kejadian, Pemkab Bangkalan segera melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah. Faisol menjelaskan, kedua belah pihak telah sepakat berdamai, membuat surat pernyataan, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perkelahian.
“Alhamdulillah, masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak ada proses hukum,” tambahnya.
Pemkab Bangkalan kata Faisol menekankan pentingnya menjaga ketertiban di ruang publik, terutama saat kegiatan CFD yang rutin digelar setiap Minggu pagi. Keributan ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi tidak boleh mengganggu kenyamanan masyarakat di area publik.
Faisol juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Pemerintah daerah terus memantau situasi dan memastikan keamanan di sekitar Alun-alun agar masyarakat tetap merasa aman saat beraktivitas.
Selain itu, Pemkab Bangkalan mendorong koordinasi yang lebih baik antar juru parkir serta pengawasan rutin di titik-titik strategis. Langkah ini diharapkan mencegah terulangnya perkelahian dan menjaga ketertiban di area publik, sehingga masyarakat dapat menikmati ruang terbuka tanpa gangguan.
“Pemerintah daerah berkomitmen menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan kondusif. Masalah pribadi harus diselesaikan dengan cara damai agar tidak menimbulkan keresahan,” pungkas Faisol.
Penulis: Abdi
