SAMPANG, NOLESKABAR.COM – Suasana pesisir Dusun Dung Gadung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mendadak geger pada Minggu (1/3/2026) pagi. Sekitar pukul 05.30 WIB, dua remaja yang hendak mengambil jaring menemukan sesosok tubuh mengapung dalam kondisi terlentang di bibir pantai.
Awalnya, keduanya mengira benda tersebut hanyalah tumpukan sampah atau kayu yang terbawa arus. Namun setelah didekati, mereka menyadari bahwa yang mengapung adalah tubuh manusia. Kaget dan panik, kedua remaja itu segera bergegas pulang untuk memberi tahu keluarga dan perangkat desa setempat.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari kepolisian bersama unsur terkait mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan pemeriksaan awal.
Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya penemuan jasad seorang pria di wilayah pesisir Banyuates.
“Kedua saksi melaporkan temuan itu kepada keluarga dan perangkat desa, lalu diteruskan ke Polsek. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Dari hasil identifikasi sementara, jasad tersebut diketahui berinisial AD (37), warga Dusun Pesisir, Desa Sepulu, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut seorang diri.
AKP Eko menjelaskan, kondisi jenazah saat ditemukan sudah mengalami pembusukan. Hampir seluruh tubuh korban tampak melepuh dan kebiruan. Selain itu, tubuh dalam kondisi kaku, mulut terbuka, dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
“Hampir seluruh tubuh melepuh dan kebiruan, kaku, mulut terbuka serta sudah mengeluarkan bau,” terangnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir kali diketahui melaut pada Jumat (27/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB. Sejak saat itu, ia tidak kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada Sabtu (28/2/2026).
Sebelum jasad ditemukan, tim SAR bersama BPBD dan unsur terkait telah melakukan pencarian pada Sabtu pagi hingga sore hari. Namun pencarian hari pertama belum membuahkan hasil. Rencananya operasi lanjutan akan kembali digelar keesokan harinya.
Belum sempat pencarian lanjutan dilakukan, korban lebih dulu ditemukan oleh warga di pesisir Banyuates. Diduga kuat korban terjatuh dari perahu saat melaut seorang diri, kemudian tenggelam dan terbawa arus hingga ke lokasi penemuan.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi dan memilih agar jenazah segera dipulangkan untuk dimakamkan.
“Keluarga membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan tidak menuntut pihak mana pun karena dianggap sebagai musibah,” pungkas AKP Eko.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi nelayan, terutama saat melaut seorang diri pada dini hari. Aparat mengimbau para nelayan untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan sebelum berangkat ke laut, termasuk memastikan kondisi fisik, cuaca, serta perlengkapan keselamatan yang memadai.
Penulis: Amal
