Bukan Sekadar Berebut Medali, Kejurprov Drum Band Jatim di Bangkalan Jadi Ajang Pembentukan Karakter

By iksan
5 Min Read
Para atlet drum band saat menampilkan pertunjukan di street parade drum band kejurprov Jatim 2026

BANGKALAN, NOLESKABAR. COM– Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Drum Band Jawa Timur 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali. Kompetisi ini menjadi bagian penting dari pembinaan atlet sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui kedisiplinan, kerja sama, etika, dan kepemimpinan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PB PDBI), Nolik Maryono, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) PDBI Jawa Timur tersebut.

Mewakili Ketua Umum PB PDBI, Letnan Jenderal Robby Hermawan, Nolik menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran PDBI Jawa Timur yang telah menyelenggarakan kejuaraan pada 2026.

“Pada prinsipnya, kami atas nama PB memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini,” ujar Nolik, saat membuka Street parade Drum Band di depan Pendopo Agung Bangkalan, Jumat (10/10/2026) malam.

Ia menegaskan, keberhasilan kejuaraan tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah medali yang diraih peserta. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi bukti proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang, mulai usia dini hingga dewasa.

“Kejurprov bukan hanya sekadar bagaimana peserta mengejar prestasi, mengejar medali. Pada prinsipnya, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari Pengprov PDBI Jawa Timur yang telah memberikan pembinaan kepada seluruh atlet, mulai dari usia dini sampai usia dewasa,” katanya.

Menurut Nolik, olahraga drum band memiliki nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain melatih kemampuan bermusik dan ketepatan gerakan, aktivitas ini mengajarkan atlet untuk bekerja sama dalam tim, menaati aturan, serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

“Karena saya yakin bahwa atlet drum band itu ada beberapa efek domino yang bisa dia dapatkan. Selain ada kerja sama, kemudian ada disiplin, ada etika, kemudian juga ada jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.

Nolik berharap PDBI Jawa Timur tidak hanya mampu mencetak atlet berprestasi, tetapi juga berhasil membina generasi muda yang memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan.

“Mudah-mudahan dengan seluruh kegiatan ini, Pengprov PDBI Jawa Timur akan sukses, baik sukses prestasi maupun sukses dalam pembinaan generasi muda yang akan datang,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia PDBI Jawa Timur yang telah bekerja menyukseskan pelaksanaan kejuaraan. Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi membutuhkan dukungan dan koordinasi berbagai pihak agar para atlet dapat tampil maksimal.

Selain menyoroti pembinaan atlet, Nolik turut mengapresiasi keputusan panitia menggelar street parade pada malam hari. Menurutnya, penentuan waktu tersebut tepat untuk mempertimbangkan kondisi cuaca, terutama bagi peserta usia dini.

“Saya memahami situasi di Jawa Timur, apalagi kondisi akhir-akhir ini. Street parade memang sangat layak dilaksanakan pada malam hari. Apalagi untuk adik-adik kita yang usia dini, karena siang hari pada bulan-bulan seperti ini cuacanya cukup luar biasa panasnya,” jelasnya.

Ia menilai pelaksanaan parade pada malam hari dapat menjadi langkah yang tepat untuk mendukung kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan.

“Sehingga saya mengucapkan terima kasih. Ini ada langkah yang tepat dari PDBI Jawa Timur untuk melaksanakan street parade di malam hari,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far menilai kejuaraan drum band menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat berkompetisi secara sehat.

“Malam ini menjadi panggung bagi kreativitas, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat juang generasi muda,” katanya

Ia menegaskan, keberhasilan dalam kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh kemenangan, tetapi juga keberanian untuk berjuang, kemauan untuk terus berkembang, dan persaudaraan yang terbangun antarpeserta.

“Kemenangan yang sesungguhnya adalah keberanian untuk berjuang, semangat untuk terus berkembang, dan persaudaraan yang terjalin di antara para peserta,” ujarnya.

Melalui Kejurprov Drum Band Jawa Timur 2026, pembinaan atlet diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kedisiplinan, etika, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kepemimpinan.

Sebagai informasi, ribuan atlet drum band yang tergabung dalam 27 grup dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur ikut berpartisipasi dalam street parade drum band tersebut.

Share This Article