Dari Ibadah ke Euforia Kuliner Fenomena War Takjil Disorot

2 Min Read
Dari Ibadah ke Euforia Kuliner Fenomena War Takjil Disorot (Ilustrasi)

Jakarta–NOLESKABAR.COM. Ramadan seharusnya identik dengan ibadah dan pengendalian diri.Namun di sejumlah kota, suasana jelang berbuka justru berubah jadi ajang “perang terbuka” demi seporsi kolak atau gorengan.

Fenomena yang disebut war takjil kini bukan lagi soal kebutuhan berbuka, tapi soal tren, gengsi, bahkan konten media sosial.

Setiap sore, lapak-lapak dadakan dipadati pembeli. Bukan hanya umat Muslim yang berpuasa, warga nonmuslim pun ikut berburu.

Ada yang terang-terangan antre, ada pula yang sekadar ingin merasakan euforia musiman. Ramadan pun berubah menjadi pesta kuliner massal yang riuh dan kompetitif.

Menu yang dijual memang menggoda. Bubur sumsum, lontong, kolak, hingga jajanan yang hanya muncul setahun sekali, tiba-tiba jadi primadona.

Harga murah dan tampilan menarik membuat pembeli rela berebut. Pertanyaannya, apakah ini benar tradisi, atau sekadar latah berjamaah?Pakar dari IPB University, Tjahja Muhandri, menilai fenomena ini unik secara sosial.

Ia menyebut, yang diperebutkan bukan semata makanan, melainkan kenangan. Takjil musiman membangkitkan nostalgia masa kecil dan suasana Ramadan tempo dulu.

Di sisi lain, ledakan minat ini jelas menguntungkan pelaku UMKM. Dagangan ludes dalam hitungan jam, apalagi jika viral di media sosial.

Namun, euforia tanpa kontrol bisa memunculkan masalah baru: harga tak transparan, kebersihan seadanya, hingga risiko keamanan pangan.

Tjahja mengingatkan, pedagang boleh mengikuti tren, tapi wajib jujur soal harga. Lebih penting lagi, standar kebersihan tak boleh diabaikan.

Masker, sarung tangan bersih, dan lapak yang higienis bukan sekadar formalitas, melainkan keharusan.

War takjil hari ini adalah potret Ramadan modern. penuh warna, ramai, sekaligus mengundang tanda tanya.

Antara tradisi, nostalgia, dan budaya konsumtif, publik bebas menilai, ini berkah ekonomi atau sekadar euforia sesaat.

Penulis : K_A

Share This Article