Dies Natalis ke-25 UTM Diserbu 10 Ribu Peserta, Tebar 9 Paket Umrah hingga FK Diperebutkan 250 Calon Mahasiswa

3 Min Read
Dies Natalis ke-25 UTM Diserbu 10 Ribu Peserta, Tebar 9 Paket Umrah hingga FK Diperebutkan 250 Calon Mahasiswa (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Perayaan Dies Natalis ke-25 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berlangsung semarak. Ribuan warga memadati kawasan kampus untuk mengikuti jalan sehat, pesta rakyat, hingga Festival Sate Nusantara yang menjadi rangkaian peringatan hari jadi perguruan tinggi negeri kebanggaan Pulau Madura itu, Sabtu (25/7/2026).

Tak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan 9 paket umrah sebagai hadiah utama, ditambah berbagai hadiah menarik lainnya. Dukungan sponsor yang melimpah membuat kemeriahan Dies Natalis tahun ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, mengatakan jalan sehat dan pesta rakyat merupakan agenda rutin setiap Dies Natalis sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kedekatan kampus dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, untuk Dies Natalis ke-25 ini partisipasi sponsor luar biasa. Bahkan hadiah utamanya mencapai 9 paket umrah, selain hadiah-hadiah menarik lainnya,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat pun di luar perkiraan. Sekitar 10 ribu peserta tercatat mendaftarkan diri mengikuti jalan sehat. Jumlah itu diperkirakan masih bertambah karena banyak warga yang datang langsung ke lokasi tanpa melakukan pendaftaran.

Menurut Prof. Safi’, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa keberadaan UTM semakin diterima dan dicintai publik.

“Ini merupakan bentuk pengakuan terhadap eksistensi UTM. Alhamdulillah, UTM semakin melekat di hati masyarakat sehingga setiap kegiatan yang kami selenggarakan selalu mendapat sambutan luar biasa,” katanya.

Tak hanya menghadirkan pesta rakyat, UTM juga menggelar Festival Sate Nusantara. Melalui festival tersebut, kampus ingin ikut melestarikan kekayaan kuliner Indonesia dengan menghadirkan beragam jenis sate dari berbagai daerah, tidak hanya Sate Madura.

“Karena Madura identik dengan sate, maka kami memulai dari Festival Sate Nusantara. Jadi bukan hanya Sate Madura, tetapi juga sate-sate dari berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Kemeriahan acara juga mendapat dukungan penuh dari Ikatan Alumni UTM. Kehadiran para pengurus alumni menjadi bentuk komitmen untuk terus mendukung perkembangan almamater.

Di sela-sela kegiatan, Prof. Safi’ juga menyampaikan kabar menggembirakan mengenai Fakultas Kedokteran UTM. Program studi yang baru dibuka itu langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Dari kuota 50 mahasiswa, jumlah pendaftar mencapai sekitar 250 orang atau lima kali lipat dari daya tampung yang tersedia. Saat ini seluruh peserta yang lolos seleksi tengah menjalani proses daftar ulang.

“Alhamdulillah, animonya cukup tinggi. Dari kebutuhan 50 mahasiswa, pendaftarnya sekitar 250 orang. Sekarang sudah masuk tahap daftar ulang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga memberikan perhatian agar putra-putri terbaik asal Madura mendapat kesempatan mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran UTM, selama memenuhi persyaratan akademik.

Menurutnya, cukup banyak calon mahasiswa asal Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep yang berhasil lolos seleksi. Meski belum menghitung persentasenya secara pasti, Prof. Safi’ memastikan mahasiswa asal Madura mendominasi angkatan perdana Fakultas Kedokteran UTM karena dinilai memiliki kualitas akademik yang baik.

Penulis: Syah

Share This Article