BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan mulai mengintensifkan upaya penanganan kekeringan dengan menyiapkan 300 ribu liter air bersih untuk kebutuhan droping selama musim kemarau 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Zainul Komar, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Arif Rahman Surya Atmaja mengatakan penyaluran air bersih telah berjalan dan akan dilakukan secara bertahap sesuai permintaan dari pemerintah desa maupun kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih.
“Droping air bersih sudah berjalan. BPBD telah menyiapkan 300 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan,” katanya, Senin (14/7).
Berdasarkan data BPBD, permintaan bantuan air bersih saat ini berasal dari 27 desa yang tersebar di enam kecamatan.
Wilayah dengan permintaan terbanyak berada di Kecamatan Kokop, meliputi Desa Band Soleh, Bandang Laok, Tramok, Katol Timur, Durjan, Kokop, Tlokoh, Mano’an, Dupok, Lembung Gunung, dan Mandung.
Di Kecamatan Sepulu, bantuan disalurkan ke Desa Saplasah, Gunelap, Kelbung, dan Klapayan. Sementara di Kecamatan Tanah Merah, distribusi dilakukan ke Desa Kranggan Barat, Pangeleyan, Padurungan, dan Pacentan.
Adapun di Kecamatan Kwanyar, permintaan droping air bersih berasal dari Desa Morombuh. Sedangkan di Kecamatan Arosbaya, bantuan menyasar Desa Batonaong, Pandan Lanjang, Glagga, dan Ombul. Di Kecamatan Blega, distribusi dilakukan ke Desa Bates dan Panjalinan.
BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan berdasarkan laporan dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pemerintah desa maupun kecamatan juga diminta segera berkoordinasi apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih.
Arif menegaskan, BPBD telah menyiapkan stok awal sebanyak 300 ribu liter air bersih sebagai langkah antisipasi dampak musim kemarau 2026. Jumlah tersebut akan dievaluasi dan disesuaikan apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.
“Kami mulai menyiapkan 300 ribu liter air bersih untuk kebutuhan droping selama musim kemarau. Jika nanti kebutuhannya meningkat, tentu akan kami sesuaikan agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih,” pungkasnya.
Penulis: Syah
