Disentil MSCI, BEI Terpaksa Bakal Bongkar Data Investor

2 Min Read
Disentil MSCI, BEI Terpaksa Bakal Bongkar Data Investor (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka dan merinci data investor BEI secara lebih detail setelah MSCI membekukan rebalancing indeks saham Indonesia, langkah yang dinilai berdampak langsung terhadap pergerakan IHSG dan sentimen pasar modal.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyatakan bahwa bersama KSEI, BEI akan memperluas klasifikasi jenis investor BEI yang selama ini hanya terbagi dalam sembilan kategori.

“Ke depan, dari sembilan jenis investor itu, kami berharap bisa turun lebih detail. KSEI sedang merumuskan penambahan jenis investor agar data investor BEI lebih spesifik,” ujar Irvan terkait kebijakan MSCI rebalancing.

BEI juga melakukan koordinasi dengan lembaga indeks global lain seperti FTSE, guna memperkuat pemetaan kepemilikan saham emiten dan struktur investor pasar modal Indonesia.

“Kami berharap sebelum Mei 2026, informasi ini sudah bisa kami disbursed ke publik melalui KSEI dan Bursa sebagai bagian dari tindak lanjut kebijakan MSCI,” tegas Irvan terkait data investor KSEI.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan bahwa komunikasi dengan MSCI telah dilakukan sejak Desember 2025, namun pihaknya belum menerima permintaan yang rinci terkait data free float saham dan struktur investor asing dan domestik.

“Sejak Desember kami sudah diskusi dengan MSCI, tapi mereka tidak menyampaikan secara detail data investor seperti apa yang mereka butuhkan,” kata Iman terkait evaluasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia.

Iman menambahkan, BEI sebenarnya telah menyiapkan data free float emiten, namun perbedaan metodologi MSCI index membuat data tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang diminta lembaga indeks global.

“Bukan kita tidak melakukan sesuatu, tapi belum sesuai metodologi yang mereka terapkan. MSCI juga tidak menyebutkan secara spesifik ABCD yang mereka inginkan,” ujarnya terkait penyesuaian metodologi MSCI.

BEI memastikan akan terus menyempurnakan data free float BEI dan struktur data investor pasar modal, dengan mengacu pada ketentuan hukum di Indonesia serta praktik terbaik di kawasan Asia.

“Kami akan cari best practice dari negara-negara regional agar data investor BEI yang kami berikan sesuai metodologi mereka, tanpa melanggar aturan di Indonesia,” tegas Iman terkait respons BEI atas kebijakan MSCI rebalancing.

Share This Article